PERJUANGAN #1 BERANI BERTANYA

images (5)

Hal tersulit dari sebuah perjuangan adalah bertahan dan mempertahankan… Cobaan akan terus menerpa… Tapi ketika itu sudah terlewati dan mampu kita pahami, maka banyak orang yang akan bisa tersenyum bahagia… Bukan hanya kita…

Saya banyak belajar dari cara memulai berjuang dan mempertahankan perjuangan yang sudah dimulai. sebenenarnya sih sederhana saja, ketika ada keinginan maka disitu akan ada perjuangan. Tentu dengan level perjuangan yang berbeda, yang disesuaikan dengan pengalaman setiap individunya dan seberapa kompleks keinginan yang diinginkan.

Tipe orang seperti saya, yang cenderung peragu, penakut dan pemalu, sedikit lebih sulit untuk mengawali perjuangan apalagi mempertahankannya. Tapi untungnya saya selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan yang mengharuskan saya untuk berjuang. Salah satunya, ketika saya ingin aktif di kelas, saya ingin sekali berani bertanya, berani menjawab pertanyaan ketika saya presentasi. Tangan saya seperti memegang batu seberat tugu monas ketika saya ingin mengajukan pertanyaan. Alhasil pertanyaan yang sudah saya persiapkan batal untuk diajukan. Penyesalanlah yang saya dapatkan. Baca lebih lanjut

Matematikawan Vs Fisikawan, Siapa yang lebih Hebat?

alberteinstein

http://www.apakabardunia.com/2012/09/beginilah-cara-belajar-4-ilmuwan-yang.html

Orang yang menekuni bidang Matematika versus Orang yang menekuni bidang fisika

Dengan percaya dirinya Pak Mate memaparkan pemikirannya bahwa “Matematika adalah ratu dari semua ilmu” The Queen of sciences. Semua hal di dunia ini terkait dengan matematika. Semua hal bisa dihitung dan diselesaikan melalui pemodelan matematika, dengan mencari persamaan.
Pak Fisik sudah memperhatikan dan mendengarkan dari tadi ocehan Pak Mate. Dan dengan santainya Pak Fisik bertanya
“Oke… kalau memang matematika lebih hebat dari bidang yang lain, termasuk fisika, coba BAGAIMANA CARA ANDA MENENTUKAN ATAU MENGUKUR VOLUME SAPI?
.
Pak Mate dengan PDNy menjawab: yaa… tinggal dimodelkan saja, cari fungsi batasnya, dan hitung menggunakan integral. Selesai. Pasti ketemu volumenya.
.
Pak Fisik hanya menunjukkan simpul sederhana. “Itu Anda katakan matematika hebat?? itu sama sekali tidak efektif dan efisien. Nyari persamaan susah, belum lagi ngitung integralnya. tambahh rumitt… itupun kemungkinan galatnya besar sekali”
.
Karena tidak terima, lantas Pak Mate bertanya “terus kalau orang fisika cara ngitungnya gimana?”
.
“yaa.. tinggal masukkan aja sapinya ke bak yang berisi air. Volume sapi sama dengan volume air yang naik, hihii” Pak Fisik menjawab dengan nada menyindir hehee…
.
Pak Mate “iyaaa yaa.. kenapa susah-susah yaa…”
*@)(*$*()@(*$)$(@)@)@…

(salah satu hasil cerita bersama Pak Haryanto di pondoknya, cerita sampai jam 4 subuh… huahemmmm)

Kadek Adi Wibawa, M.Pd.

OLIMPIADE MATEMATIKA VEKTOR NASIONAL 2016, “HEBAT”

banner

Minggu kemarin tanggal 9 Oktober 2016 saya mengawali pagi (libur) dengan mendampingi anak-anak untuk mengikuti kompetisi matematika di Universitas Negeri Malang (Olimpiade Matematika Vektor Nasional). Saya mengikuti acara pembukaan, bertemu anak-anak, dan memberikan semangat/motivasi agar tetap fokus dan bisa mengerjakan soal dengan baik. Anak-anak memasuki ruangan yang telah ditentukan. Ketika itu, saya diwawancara oleh panitia terkait dengan persiapan dan komentar mengenai kompetisi yang dilakukan.

Kurang lebih pertanyaannya seperti ini:

“Bagaimana persiapannya untuk mengikuti Olimpiade Vektor?”

Saya sampaikan bahwa kami sudah mempersiapakn sejak 2 bulan lalu dengan bimbingan secara intensive. Berlatih soal-soal problem solving.

“1 kata untuk Olimpiade Vektor?”

HEBAT.

Kenapa hebat? (ini pertanyaan dari saya sendiri untuk saya sendiri, hehee) Baca lebih lanjut

Antara Guru, Orang tua, dan Guru les (Based on true story)

gambar-guru-mengajar2

Ketika anak2 (siswa) ditanya, siapa yang paling dipercaya antara guru (di sekolah), orang tua, dan guru les dalam hal pelajaran?
Jawabanny mudah ditebak.. “guru di sekolah lah” kenapa? Mudah juga ditebak, krn yg memberikan nilai dan decision makingnya adalah guru (memberikan pujian, memberikan nilai, memberikan hukuman baik verbal/fisik ketika salah). Jadi tidak heran kalau siswa sangat berpetokan pada jawaban guru, bahkan cara guru mengerjakan, sampai titik komanya harus sama persis.
Orang tua seringkali dibuat geleng2 dibuatnya, terlebih lagi guru les… krn kdng ada cara guru yg keliru.
.
Pengalaman saya begini sbg guru les…
Sya sdng mengajar materi KPK dan FPB… ada satu soal yg menarik… “tentukan FPB dari 15 dan 32” sprti biasa saya minta siswa yg terlebih dahulu mengerjakan. Dan dengan cepat mereka mengerjakan dan memberi jawaban. “0”
Ekspresi saya sdkit kaget dan tak sabar ingin bertanya, dengan senyum yg tampak sya bertanya “darimana dapetny, kok bisa 0?” Dengan yakin dan semangatnya ia bercerita. “… sya gunakan pohon faktor. Setelah itu sy cari yg sama, ternyata tidak ada. Karena tidak yg sama, kta bu guru, jawabannya 0”
Sya menyimak dan menyahut “ohhh… begitu… kamu yakin dengan jawabanmu?” “Yakin” “klo bpk blng itu keliru gmn?” “Tp kan bu guru blng cara jawabny sprti itu”
.
Saya tarik nafas dalam dalam…
Bukan krn sya menyerah, tp berpikir gmn yaa caranya meyakinkan dy, klo jawabanny itu keliru?
.
Pelan tapi pasti… sya menjelaskan konsep dasar apa itu FPB, apa itu F, apa itu P, dan apa itu B.. beserta contoh2nya… smpai dy memahami bhw jawabanny bukan 0 tp 1. Untuk bs sampai kesimpulan itu, debatnya lama skali. Intiny dia bertanya “kenapa sya harus percaya kalau hasilnya 1 bukan 0?”
Sehebat dan sekuat apapun sya jelaskan, sya tau dia gk percaya sma sya 100%, bayang bayang gurunya masih ada.
.
Karena itu, sya tantang dia untuk berani menyodorkan jawaban yg baru kepada gurunya, berani bertanya, berargumen… dan tentu ini butuh simulasi tingkat dewa sebelumnya.
.
The final…
Yeaaa…. greet moment terjadi.
Argumennya dia diterima, dan guru akhirnya mengakui kekeliruannya.
.
Ada kasus lain yg sya temukan juga, dmn siswa percaya sma jawaban guru yg berpatokan pada buku dibanding dengan jawaban orang tuanya yg berpatokan pada realita (seperti yg sya posting pada web syaadimath17.wordpress.com)
.
Langkah bijaknya menurut sya bukan mengambil langkah potong kompas “gurumu tu yg salah” “cara bapak yg bener, gurumu salah, gak gitu caranya” “kamu harus percaya sma sya guru lesmu, gurumu disekolah salah”. Tapi bagaimana caranya meyakinkan anak/adik/murid les untuk belajar memahami dan berani berargumen.
Terlebih lagi matematika… dasar matematika adalah make sense…. itu yg semestinya dipegang.
.
Kadek Adi Wibawa, M.Pd.

PEMESANAN BUKU DEFRAGMENTING KARYA KADEK ADI WIBAWA, S.PD., M.PD.

Buku ini bisa teman-teman dapatkan melalui dua cara

pertama, membeli dalam bentuk hardcopy melalui penulis. Dengan cara menghubungi nomer penulis seperti pada keterangan di bawah ini.

promosi buku 4

Kedua, membeli dalam bentuk softcopy melalui Google Books. Dengan cara mengklik dan bertransaksi di link di bawah ini.

https://books.google.co.id/books?id=AiNADAAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=defragmenting&hl=en&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=defragmenting&f=false

Terima kasih atas support dari teman-teman yang sudah membeli buku ini. Semoga buku ini memberikan manfaat.

Saran, kritik, kesa, dan atau hasil review sangat saya harapkan dari teman-teman semuanya demi pengembangan buku ini. Semuanya bisa di kirim ke email saya adimath17@gmail.com.

terima kasih.

 

PENGANTAR “BUKU DEFRAGMENTING” KARYA KADEK ADI WIBAWA, S.PD., M.PD.

DEFRAGMENTING rev [2]

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya, buku “Defragmenting Struktur Berpikir Pseudo dalam Memecahkan Masalah Matematika” ini dapat diselesaikan dengan baik.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang dikembangkan dan telah “dipoles” oleh penulis agar menjadi bahan bacaan dan rujukan yang bisa diterima oleh para pembaca. Buku ini berisi 10 bab, yang penulis jabarkan dari bab 0 sampai bab 9. Isi pada bab 0 adalah pengalaman penulis dalam melakukan penelitian proses berpikir, mengapa melakukan penelitian proses berpikir, apa dampaknya bagi penulis, apa semangat penelitian proses berpikir, dan mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan. Selain itu, penulis juga menceritakan pengalaman bagaimana instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data “ditolak” atau dinyatakan tidak valid oleh validator. Semangat apa yang harus kita miliki jika berada pada situasi seperti itu?. Baca lebih lanjut

Pertanyaan KRITIS Pembuktian Induksi Matematika

tentara-jibiphoto2

http://bandung.bisnis.com/read/20131106/6/452687/korpaskhas-gelar-latihan-bersama-tentara-china

Apakah pembuktian dengan induksi matematika merupakan pembuktian induktif? Atau metode pembuktian yang tidak dapat diterima sebagai kebenaran dalam matematika.

Dalam Pembuktian dengan induksi matematika, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menunjukkan untuk n = 1 benar (atau untuk n = 2 atau 3 atau 4, dst). Mengapa kita harus melakukan itu terlebih dahulu? Untuk apa?

Langkah kedua adalah mengandaikan bahwa n = k benar, maka buktikan bahwa n = k + 1 adalah benar. Mengapa kita percaya pada pembuktian model seperti ini? Apakah ada hal yang bisa dilakukan agar saya bisa mempercayai cara ini memang untuk pembuktian.

Dalam matematika pembuktian merupakan hal yang paling penting. Suatu pernyataan yang benar ataupun salah, sebelum kita menyatakan kebenarannya, maka kita harus membuktikan terlebih dahulu. Sederhananya, tanpa adanya bukti pernyataan masih diragukan kebenarannya. Apabila suatu pernyataan sudah ada buktinya (yang sesuai aturan dan kaidah-kaidah yang telah disepakati kebenarannya atau sudah dibuktikan sebelumnya) maka itu akan bertahan lama, bahkan bisa menjadi sesuatu yang abadi (seperti teorema Pythagoras). Baca lebih lanjut

CURICULUM VITAE

Curriculum Vitae

 

Nama : Kadek Adi Wibawa, M.Pd.

Tempat, tanggal dan lahir : Busungbiu, 20 Juli 1988

Alamat : Jalan Kiskinda, Gang Gunung Lawu no 8 Dusun Kaja Desa  Busungbiu, Singaraja-Bali

Latar belakang pendidikan

  • SDN 6 Busungbiu (1995 – 2001)
  • SMPN 1 Busungbiu (2001 – 2004)
  • SMAN 1 Mengwi (2004 – 2007)
  • S1 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram (Juli 2007 – Februari 2012)
  • S2 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang (September 2012 – Maret 2014)
  • S3 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Malang (September 2014 – sekarang)

Pengalaman Bekerja

  • Guru Les Privat Matematika SD, SMP, dan SMA (2008 – 2012)
  • Tentor Matematika di Lembaga Bimbingan Belajar EM-Courses SD, SMP, dan SMA (2011 – 2012)
  • Tentor Matematika di Lembaga Bimbingan Belajar P2C Malang (2012 – 2013)
  • Pembina Olimpiade Matematika di Lembaga Bimbingan Belajar EM-Courses, SDN Kauman 1 tahun (2013-2015), SMP Islam Sabillilah (2013-2015), dan SMAN 1 Malang (2013-2015).

Kegiatan Akademik yang pernah diikuti

  • Sebagai Peserta Kontes/Semiloka Literasi Matematis PISA (Programme for International Student Assessment) di Universitas Negeri Malang pada bulan September tahun 2012.
  • Sebagai Peserta Seminar Nasional Olimpiade dan Pendidikan Matematika 2012 di Universitas Negeri Malang pada bulan Oktober tahun 2012.
  • Sebagai Peserta Seminar Nasional Pendidikan dengan tema “Kebijakan Pengembangan Profesi Guru dalam Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik” pada bulan Desember tahun 2012.
  • Sebagai Peserta dalam Diskusi Panel Problematika Pendidikan Matematika serta Workshop Kurikulum dan Pedoman Studi Prodi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Mahasaraswati Denpasar pada bulan Januari tahun 2014.

Prestasi Akademik

  • Juara III OSN PTI (Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Indonesia) tahun 2010 tingkat provinsi.
  • Pendamping siswa SMAN 1 Malang mengikuti final dalam olimpiade matematika yang diadakan oleh F.MIPA Universitas Jember.
  • Pembina siswa SDN Kauman 1 hingga lolos final Olimpiade PASIAD ke-10 dan OSN tingkat Kota.
  • Pembina siswa SMP Islam Sabillilah hingga lolos final Olimpiade PASIAD ke-10, final KMNR 2014 (Kompetisi Matematika Nalaria Realistik) dan OSN tingkat Kota.
  • Menjadi Pemakalah pada Seminar Nasional dan Workshop Aljabar dan Pembelajarannya dengan tema: “Aljabar, Aplikasi, dan Pembelajarannya dalam Pembentukan Karakter Bangsa” pada bulan April tahun 2013 di Universitas Negeri Malang (UM). Makalah yang disajikan berjudul: “Penerapan Teknik Diagram Alur dan Pendekatan Problem Solving pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linier Satu Variabel untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 7A SMP Negeri Satu atap Merjosari Malang”
  • Menjadi Penyaji pada Seminar Nasional Exchange of Experiences melalui TEQIP (Teacher Quality Improvement Program) dengan tema “Menciptakan Pembelajaran Bermakna, Kreatif, dan Berkarakter melalui Lesson Study untuk Guru Sabang – Merauke” pada bulan November tahun 2013 di Universitas Negeri Malang (UM). Makalah yang disajikan berjudul “Defragmenting Proses Berpikir melalui Pemetaan Kognitif untuk Memperbaiki Berpikir Pseudo Siswa dalam Memecahkan Masalah Limit Fungsi”
  • Menjadi Pemakalah pada Seminar Nasional Pendidikan Sains 2015 dengan tema: “Pembelajaran dan Penilaian Sains sesuai Tuntutan Kurikulum 2013” pada bulan Januari tahun 2015 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Makalah yang disajikan berjudul: “Peran Guru: Memahami Model Interaksi antara Guru, Siswa, dan Konten dalam Pembelajaran Matematika”
  • Menjadi Pemakalah pada Seminar Nasional dan Workshop Aljabar dan Pembelajarannya pada bulan Mei 2015 di Universitas Negeri Mataram (Unram). Makalah yang disajikan berjudul: “Proses Berpikir Pseudo dan Pembelajaran Matematika”
  • Menjadi Pemakalah pada Seminar Nasional Pendidikan MIPA 2015 Pembelajarannya dengan tema: “Pendidikan Kreatif untuk Memasuki Kompetisi Global” pada bulan September 2015 di Universitas Negeri Lampung (Unila). Makalah yang disajikan berjudul: “Memahami Matematika Melalui Resolusi Paradoks”