Presentasi yang Baik

46482720_10212650297344799_3593160414243848192_n.jpgSaya sering menuntut mahasiswa untuk bisa tampil baik saat presentasi. Saya perhatikan detail, mulai dari isi ppt, komposisi ppt, animasi, penempatan gambar, cara penyampaian (jgn coba coba baca!), Gestur, tatapan ke audiens, strukturisasi kalimat, cara menjawab dan menanggapi pertanyaaan, hampir semua hal saya perhatikan dan komentari.
.
Kenapa???
.
Karena saya menuntut diri saya juga sama dan saya tahu kebutuhan masa depan apa untuk mereka (mahasiswa).
.
Untuk tampil 15 menit, saya harus menghabiskan waktu kurang lebih 1 Minggu. Hampir di setiap tempat dan kesempatan (termasuk kamar mandi) saya manfaatkan untuk berlatih presentasi. Apakah hasilnya pasti bagus? Belum tentu juga. Tapi dibandingkan persiapannya hanya sejam saja (baca ditempat) bisa dipastikan persiapan 1 minggu jauh lebih baik.
.
Foto ini di ambil oleh @adeanpy saat saya menjadi paper presenter di seminar Internasional ISMEI ke 5 di Yogyakarta Indonesia. 

Iklan

MIMPI MENJADI SEORANG PENULIS

11885348_10204685514630209_4749593597769264109_nMimpi saya menjadi seorang penulis lahir ketika dipercaya oleh Guru SMA untuk mewakili sekolah mengikuti perlombaan deklamasi puisi. Saya sempat meragu dan takut akan masa lalu yang menghantui (seperti biasa). Saya pernah punya pengalaman mengikuti lomba sebelumnya sewaktu SD, lomba membaca puisi dan GAGAL. Bukan karena tidak mampu, tapi lebih pada mental yang lemah. Kali ini sedikit berbeda, saya memiliki Guru yang tekun melatih saya, dan bersyukur saya bisa mendapat JUARA HARAPAN 1. Kepercayaan diri meningkat, hingga menembus batas tidak hanya membacakan atau mendeklamasikan puisi karya orang. Tapi, saya sudah mulai percaya diri menulis puisi karya sendiri.

Seiring waktu, Mimpi ini seakan mendapat berkah. Sewaktu kuliah saya memiliki cukup banyak kegiatan baik di internal kampus dan di luar kampus. Dari kisah di organisasi hingga kisah cinta selama menjadi mahasiswa. Kisah pilu kehidupan menjadi seorang anak kernet yang di PHK yang mencoba terus berjuang agar bisa tetap lanjut kuliah. Kegiatan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, memancing ambisi saya untuk menuliskan segera. Sebagian besar hanya menjadi angan yang tak kunjung berarti menjadi nyata. Saat itu kebanyakan menguap bersama kehidupan yang berbeda. Tapi, keinginan itu tetap ada. Lanjutkan membaca “MIMPI MENJADI SEORANG PENULIS”

Saya Merindukannya

download

Tiba-tiba saya merindukan seseorang yang dulu seringkali kali datang ke asrama. Kadang saya masih dalam keadaan ngantuk, belum begitu puas tidurnya, dia datang bersama ibunya. Dengan senyum dan sapaan yang ramah dan selalu membuat suasana menyenangkan. Dia selalu datang dengan rasa hormat yang tinggi dan sangat menghargai saya sebagai seorang guru.

Dia adalah gadis kecil yang duduk di kelas 6 SD di salah satu sekolah swasta di Malang. Dia datang bersama ibunya (selalu). Pagi-pagi, jam 7 pagi, atau kadang sepulangnya dari kegiatan di sekolah. Dia adalah anak yang kritis dan penuh bakat. Suatu hari dia bercerita bernah bertanya pada gurunya kenapa 0 per 0 itu hasilnya tidak terdefinisi? Sang Guru tidak bisa menjawabnya. Dia juga menanyakan banyak rumus-rumus geometri dari mana datangnya? kenapa bisa begitu rumusnya? Jawaban yang dia dapat adalah jawaban sini gurunya.

Dia punya bakat di bidang bahasa inggris, sering mengikuti lomba-lomba stroy telling. Dia punya minat juga di sains, dan dia punya minat di matematika. Dia selalu tampak bersemangat ketika belajar. Bahkan ketika dia terlihat capek karena banyak aktivitas yang dilakukan, dia selalu menampakkan sikap yang positif dan yang pasti tidak pernah saya dengar ada nada mengeluh. Lanjutkan membaca “Saya Merindukannya”

WISUDA KE-3 SEBAGAI PAMUNCAK

IMG_2995Setidaknya saya bisa berbangga hati untuk hari Sabtu, 24 Februari 2018 saja, karena saya sadar bahwa tantangan sesungguhnya adalah setelahnya.

Menyandang predikat terbaik dari sekian banyak lulusan S3 periode wisuda 91 Universitas Negeri Malang tentu menjadi impian saya sejak dulu. Menjadi pamuncak yang namanya paling sering disebut tentu begitu mengharukan. Sepertinya untuk wisuda saat iini, sayalah yang “TERMUDA”, yang menambah bahagia ini begitu terasa.

Perjalanan ini tidak mudah, banyak hal yang sudah saya lalui, termasuk keinginan untuk CUTI karena rasa frustasi yang tak tertahankan. Tapi saya sangat bersyukur memiliki Keluarga yang sangat peduli, yang tiada henti terus mensupport dan berdoa. Memiliki kedua orang tua yang terus mengingatkan. dan memiliki sahabat yang bisa diajak untuk berbagi cerita dan bersenda gurau.

Memang ini bukan bahagia yang utuh, seperti saat pertama kali saya mengawali perkuliahan S3. Karena sahabat2 saya saat ini masih ada yang sedang berjuang. Doa ini dan segala kerendahan hati ini selalu terpanjat, agar sahabat2 saya bisa selesai secepatnya.

Hingga pada tahap ini, banyak pihak sudah membantu mulai dari Bapak I Nengah Parta sebagai orang tua di Malang dan pembimbing yang detail dan menumbuhkan semangat optimis. Mr. Tony Barry sebagai sponsor. LPDP sebagai pemberi dana untuk research. Unmas Denpasar yang sudah membantu untuk penerbitan artikel. Promotor I dan II, Bapak Prof. Toto Nusantara dan Bapak Dr Subanji. Bapak Ardana Made sebagai penguji dari Undiksha. Semua Keluarga, sahabat, dan semua pihak yang tidak bisa saya sebut satu persatu-satu.
Terima kasih atas doa dan dukungannya.

Ucapan syukur dan parasuksme juga saya haturkan kehadapan Luluhur, Kawitan dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena berkat waranugrahanya saya bisa pada tahap ini.

Salam hangat.

IMG_3004

 

 

 

 

 

Menjadi Penanya: Dimulai dari Guru

adi

Secara resmi pemerintah Indonesia melalui kurikulum 2013 menyaratkan siswa menjadi seorang penanya (metode sainstifik). Sebelum meminta siswa menjadi penanya yang baik dan berani, tentu guru (pendidik) juga harus berani dan terus belajar untuk menjadi seorang penanya. Salah satu keterampilan yang diasah melalui bertanya adalah kemampuan berpikir kritis. Kita akan dituntut detail dan sadar untuk memperhati atau mengamati sesuatu. Dengan begitu pertanyaan bisa terangkai.

Pengalaman bertanya di seminar internasional tentu menjadi tantangan tersendiri. Pertama, disamping spesifik dan konten yang ditanyakan jelas. Yang kedua adalah faktor bahasa. Bahasa inggris yang digunakan sebisa mungkin dapat dimengerti oleh pembicara dan moderator.

Walaupun struktur kalimatnya masih belum begitu rapi. Syukur pertanyaan yang saya ajukan dapat dimengerti. Saya hanya mau menunjukkan bahwa keingintahuan terhadap konten saja tidak cukup. Perlu adanya keberanian (tidak malu) untuk mendasarinya.

Pengalaman yang mengesankan karena setelah bertanya, mendapat hadiah buku dari penulisnya langsung.
Makassar, 9 Oktober 2017
The 2nd International Conference Statistic, Mathematics, Teaching and Research 2017

aa.jpgad.jpg

Jangan Berkarya kalau Takut Kritik

26903734_10210734518171517_4597272628953558530_nPesan paman “selama kita berkarya, ada wujud dan hasilnya, selama itu kita akan mendapat penilaian dan kritikan. Kalau tidak mau dinilai dan dikritik, ya jangan berkarya”

Karya terakhir saya di tahun 2017 bersama tim produksi adalah film dokumenter Romo Sang Pengabdi dan sekaligus launching film skala nasional. Tujuan utama (visi besar) pembuatan film ini dan diskusi yang dilakukan adalah Semua pihak (PHDI, pemerintah, pejabat, para dermawan (dibaca: orang kaya), dan yg lainnya) di seluruh indonesia memperhatikan dan menjamin kehidupan Pemangku, terutama pemangku yang secara ekonomi kurang. Saya bersama tim sudah melakukan sedikit research mencari informasi bahwa sangat memungkinkan desa melakukan Rsi Yadnya baik berupa sembako atau uang bulanan kepada para Pemangku yang secara ekonomi kurang.Namun sangat disayangkan, tujuan utama ini (tujuan mulia) harus terkikis dan terhenti di tengah jalan karena kritikan yang kami terima. Prosedur yg tidak kami lakukan dengan baik dan keinginan kami mendatangkan salah satu narasumber ternyata menjadi sprotan yang sangat tajam. Beberapa pihak menyalahkan dan menyudutkan itu yang membuat kami sibuk meladeni kritikan itu. Sehingga kami jadi lupa akan tujuan utama yang kami tentukan dari awal.

Dana yang terkumpul sekitar 8.200.000 dari hasil donasi penonton film. Ketika saya di Malang, uang sudah terdonasikan 2.000.000 untuk 6 pemangku yang ada di Malang. Salah satu pemangku sakit. Saat ini, dana masih disimpan dan dikelola oleh Pc KMHDI Malang. Sempat terlontar dari diskusi yang disampaikan oleh PHDI Kota Malang Bapak dr. Putu Moda rencana untuk membuatkan BPJS kepada semua pemangku yang ada di Malang.

Mungkin kalau saya dan tim tidak terlalu sibuk meladeni kritikan yang datang bertubi tubi. Tujuan ini bisa tercapai dan terlaksana. Tulisan tentang VISI BESAR ini sudah saya tulis dan dipublish di Media Hindu.

Lanjutan kata paman “seperti orang berlari, fokus sama tujuan, jangan toleh samping kanan samping kiri”

Hidup adalah belajar. Dan belajar adalah hidup.
Semoga semua menjadi baik adanya.

Salam hangat
Kadek Adi Wibawa dan Tim Produksi Film Dokumenter Romo Sang Pengabdi

Lanjutkan membaca “Jangan Berkarya kalau Takut Kritik”

Dasar Matematika, Ribet!!! #Catatankecil

Klo ada siswa yang mengeluh belajar matematika karena cara untuk menemukan satu angka atau satu bilangan saja caranya panjang banget dan prosesnya ribet.
Jangan dimarah, cukup ajak nonton sepak bola atau nonton sea games.
Dalam sepakbola nyari 3 poin saja sampai “berdarah-darah” persiapannya panjang, proses untuk sampai pada 3 poin harus mengarungi 90 menit + injury time. “Itu belum cukup” liat Sea games, untuk mendapat medali, katakanlah emas, itu butuh proses, cara, strategy yang sangat kompleks, butuh determinasi, kegigihan dan pantang menyerah.

Intinya matematika bukan tentang angka, bukan tentang jawaban, matematika tentang proses dan tentang pemahaman.


KAW