ANCAMAN LEGISLASI

70326858_10214556977490611_6558955986353127424_n

“Tujuh ancaman yang dihadapi Bangsa Indonesia, yaitu Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, keselamatan umum, teknologi dan legislasi” (Kementerian Pertahanan RI)

.
Menurut Kolonel Inf. Ketut Budiastawa, S.Sos., M.Si @kemhanbali ancaman legislasi lah paling bahaya. Kenapa? Karena produk hukum yang mengatur tatanan masyarakat dirancang dan diproduksi disana. Bahayanya ketika produk hukum justru berdampak buruk pada objek yang diaturnya. Aspek jual beli kepentingan sangat berpengaruh jika mentalitas perancang Undang-undang lemah. Untuk itu diperlukan semangat Bela Negara dalam mempersiapkan ini semua.
.
Generasi muda juga perlu menyadari “penyampaian aspirasi yang beretika yang diutamakan. Budayakan, membaca naskah akademik dengan seksama sehingga mengetahui esensi isu yang disampaikan”
.
Banyak wujud ancaman di depan mata, isu radikalisme yang kian menjadi, intoleransi yang sedang digaungkan lagi.
.
Semua itu bagian dari tantangan bagi Bangsa yang berkembang menuju bangsa yang maju.
.
Saatnya seluruh elemen bangsa bersatu padu unt
uk saling mengingatkan satu sama lain, bahwa kita masih dan selalu punya harapan. Harapan untuk mewujudkan cita2 Bangsa Indonesia yang terkandung dalam UUD 1945.

.
Foto: saat mengisi PPLK di @stdbali tahun 2019, membawakan materi Bela Negara: Cegah Radikalisme dan Intoleransi.
#selaluadaharapan #NKRI

Iklan

SEMINAR NASIONAL: RELASI DAN TREND PENELITIAN

67591991_10214179802861481_411776222817681408_n

Seminar (internasional) bukan hanya tentang datang untuk mempresentasikan paper hasil penelitian, yang kemudian mendapat sertifikat untuk kenaikan pangkat. Bukan hanya datang untuk mendengarkan Keynote Speaker berbicara.

Seminar untuk bertemunya individu-individu yang “merasa dirinya perlu banyak belajar” utamanya tentang perkembangan penelitian saat ini. Membuka cara pikir dan wawasan, bahwa banyak hal telah berubah, dan ada banyak hal yang baru. (Jurnal kami sudah terindeks Sinta 2, jurnal kami sudah terindeks Scopus, cara dapat beasiswa PhD, dll)

Seminar tentang membangun relasi, bertukar informasi tentang pemahaman selama ini, sistem pembelajaran, dan banyak hal, hingga mengajak untuk datang ke acara “kami”, jika suatu saat mengadakan kegiatan yang sama.

Semakin banyak belajar, semakin banyak yang tidak diketahui. Sebelumnya ada penelitian R & D, action research, experiment, descriptive qualitative, etnomathematics dan skrng design research. Setidaknya itu baru bagi saya, dan tujuannya sangat bagus, yaitu mengembangkan material pembelajaran dengan perspektif yang berbeda.

HOTS, RME, HLT, LIT, DESIGN RESEARCH kata kunci yang paling banyak dibicarakan di seminar kali ini. SEA-DR IC 2019 di Universitas Sanata Dharma Yogjakarta.
#maribelajarbersama #openminded @ Universitas Sanata Dharma

 

BIMBINGAN TEKNIS KURIKULUM 2013 YAYASAN WIDYATMIKA

65103146_10213963992986369_5292390222619738112_n

PTK ITU MUDAH, materi yang saya bawakan pada kegiatan tersebut. Peserta dari guru-guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK dari lintas Prodi. Pertemuan yang sangat berkesan, bisa berbagi sekaligus belajar.
Turut hadir Ketua Yayasan, Ketua Komite dan Kepala Sekolah. Kegiatan berlangsung pada hari Jum’at, 21 Juni 2019.

FoMuBer, adalah formula untuk mewujudkan PTK dengan mudah.
FOkus pada masalah
MUlai bekerja setelah solusi ditemukan
BERkolaborasilah dengan sejawat dan/atau ahli.
.
Terima kasih atas kesempatannya.

Link Materi PTK di Widyatmika

Kebenaran Tidak Tunggal

67833001_10214271797921300_375771069593681920_n

Terus berproses, lakukan yang terbaik. Hidup seringkali tidak mudah untuk ditebak.


1 + 1 = 2, orang IT bilang, “bukan 2, tapi 10”. Setelah dipahami dengan seksama, dua jawaban tersebut sama benarnya, hanya saja perspektifnya saja yang berbeda. Prespektif yang berbeda seringkali tercipta karena pengalaman masing-masing individu yang berbeda. Dan ada kalanya kita berkesimpulan bahwa “kebenaran itu tidak tunggal”. Sehingga kedewasaan akal akan terjaga.
#hiduprukunlebihbahagia
— di Kota Denpasar.

Deni Hamdani, M.Pd

Dalam IT 10 itu tidak dibaca SEPULUH, karena 10 itu adalah biner (bilangan yang elemen nya hanya {0,1}). Jika dikaitkan dengan konsep DISJUNGSI maka 1+1=1 (Benar atau Benar =Benar)

Dr. Nengah Parta

Kebenaran itu memiliki tiga wajah: Kebenaran Pragmatis, Kebenaran Korelasional, dan Kebenaran yang sifatnya Koheren. Apa itu, silakkan datang ke Prodi S3 Pendidikan Matematika UM. Kita diskusi bersama. Bagi yang blum S3 kutunggu.

Bapak Ketut Entel, M.PdH

…mari kita maknai mana kebenaran Inividu dan mana kebenaran Universal

Komang Oka Mahendra, MH

5 DASAR KEBENARAN:
1. PENGETAHUAN
2. CINTA
3. KEADILAN
4. PENGABDIAN
5. KESABARAN

(Perspektif nilai/futuristik/tak lekang oleh waktu)

Oleh SHRI KRSHNA (BHAGAWADGITA)

MODERATOR 4.0

69063089_10214347524854426_1569391993535070208_n
“Prof, benar ini fotonya Prof yaa?” Saya menunjukkan foto beliau setelah sya searching berbagai informasi tentang beliau. Sebagai moderator saya tidak diberikan CV beliau, tapi saya punya smartphone yang sekiranya bisa dimanfaatkan.
.
Saya cari semua informasi tentang beliau, yang ternyata lulusan S2 dan S3 dari Jepang dan punya prestasi sebagai peneliti terbaik di Universitas tempat beliau bekerja. Nama beliau Prof. Dr. Heri Hermansyah, ST. M.Eng, yang punya motto, “hidup ibarat berenang, kita harus terus berenang sampai lintasan akhir, jika berhenti ditengah, resikonya adalah tenggelam” itu juga saya tahu setelah membaca ulasan tentang beliau melalui smartphone.
.
Foto saat kegiatan Workshop Revitalisasi Reviewer di Hotel Bedrock, Bali.
Terima kasih @lppmunmas atas kesempatannya.

Presentasi yang Baik

46482720_10212650297344799_3593160414243848192_n.jpgSaya sering menuntut mahasiswa untuk bisa tampil baik saat presentasi. Saya perhatikan detail, mulai dari isi ppt, komposisi ppt, animasi, penempatan gambar, cara penyampaian (jgn coba coba baca!), Gestur, tatapan ke audiens, strukturisasi kalimat, cara menjawab dan menanggapi pertanyaaan, hampir semua hal saya perhatikan dan komentari.
.
Kenapa???
.
Karena saya menuntut diri saya juga sama dan saya tahu kebutuhan masa depan apa untuk mereka (mahasiswa).
.
Untuk tampil 15 menit, saya harus menghabiskan waktu kurang lebih 1 Minggu. Hampir di setiap tempat dan kesempatan (termasuk kamar mandi) saya manfaatkan untuk berlatih presentasi. Apakah hasilnya pasti bagus? Belum tentu juga. Tapi dibandingkan persiapannya hanya sejam saja (baca ditempat) bisa dipastikan persiapan 1 minggu jauh lebih baik.
.
Foto ini di ambil oleh @adeanpy saat saya menjadi paper presenter di seminar Internasional ISMEI ke 5 di Yogyakarta Indonesia. 

MIMPI MENJADI SEORANG PENULIS

11885348_10204685514630209_4749593597769264109_nMimpi saya menjadi seorang penulis lahir ketika dipercaya oleh Guru SMA untuk mewakili sekolah mengikuti perlombaan deklamasi puisi. Saya sempat meragu dan takut akan masa lalu yang menghantui (seperti biasa). Saya pernah punya pengalaman mengikuti lomba sebelumnya sewaktu SD, lomba membaca puisi dan GAGAL. Bukan karena tidak mampu, tapi lebih pada mental yang lemah. Kali ini sedikit berbeda, saya memiliki Guru yang tekun melatih saya, dan bersyukur saya bisa mendapat JUARA HARAPAN 1. Kepercayaan diri meningkat, hingga menembus batas tidak hanya membacakan atau mendeklamasikan puisi karya orang. Tapi, saya sudah mulai percaya diri menulis puisi karya sendiri.

Seiring waktu, Mimpi ini seakan mendapat berkah. Sewaktu kuliah saya memiliki cukup banyak kegiatan baik di internal kampus dan di luar kampus. Dari kisah di organisasi hingga kisah cinta selama menjadi mahasiswa. Kisah pilu kehidupan menjadi seorang anak kernet yang di PHK yang mencoba terus berjuang agar bisa tetap lanjut kuliah. Kegiatan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat, memancing ambisi saya untuk menuliskan segera. Sebagian besar hanya menjadi angan yang tak kunjung berarti menjadi nyata. Saat itu kebanyakan menguap bersama kehidupan yang berbeda. Tapi, keinginan itu tetap ada. Lanjutkan membaca “MIMPI MENJADI SEORANG PENULIS”