Adatku abu-abu

Telah merasuk dalam aroma susu madu

Terurai lembut dari upakara pelelah

Keyakinan terkorbankan!!!

Adatku abu-abu

Telah mengakar dari tuanku yang tertinggi

Sampai anak cucu dibukit tinggi

Tercantum saat rayakan dharma lalu hamburkan kaya tak bermakna tanpa peduli lara yang mana

Kepercayaan terbunuh!!!

Adatku abu-abu

Telah tumbuh dalam sekutu banjar yang tak sepantasnya

Haru memaku saat tubuh mati terusir dari pertiwi kelahiran atau

Kebingungan kala memilih jalan untuk kembali ke kedewatan

Destar yang pelara!!!
….

Putih, biing, kuning, selem, mance warne, poleng…

Apakah hanya sebuah kamuflase terflesibelkan ?

Atau sudah menjadi batu yang tak ingin ditumbuhi lumut ?

Atau kita hanya mengukir adat begitu indah di atas gading,

tapi rapuh terhempas angin sepoi … ???

Karya : Kadek Adi Wibawa dan I Putu Mega Kartika

ADI CORNER 2

adi jele 2