Berawal dari niat yang nekad, saya mencoba memberanikan diri untuk memikirkan suatu hal yang mungkin mustahil bagi sebagian orang. Mengapa saya mengatakan demikian? Pertama, saya bukanlah bagian dari silsilah keluarga musisi/seniman. Kedua, saya memiliki track record dengan nilai seni musik yang tergolong rendah (antara 6,0 – 6,5). Ketiga, saya bukan tipe orang yang ahli bermain musik, dan keempat adalah keuntungan bagi saya, karena waktu SMA saya pernah belajar bermain gitar, jadi untuk sekedar memainkan kunci dasar, saya menguasai dengan akreditasi ‘C’, cukup baik maksudnya (kalo gk percaya bisa d chek, hee).

Siang itu (saya lupa hari, jam, dan tanggalnya), saya mengundang sahabat saya bernama Mega, lengkapnya I Putu Mega Kartika (inget pke I ya?). Dia adalah sahabat yang menurut saya memiliki pemikiran yang natural dan sangat gemilang. Sehingga menurut pemikiran saya yang lebih gemilang lagi, dia bisa diajak untuk bekerja sama menggarap sebuah lagu Mars KMHD Unram.

Singkat cerita, kita hanya dapat melahirkan 2 buah baris syair lagu, yaitu :

“Kami mahasiswa mahasiswi Hindu Dharma

Jalin satu rasa dalam satu keluarga.” Selanjutnya nihil. Tapi walaupun demikian, 2 buah baris ini sudah menjadi langkah kecil kita untuk melanjutkan menuju langkah yang lebih besar lagi.

Lama berselang (± 2 minggu), kami seakan mati, karena tidak mampu berbuat banyak untuk melanjutkan baris itu.

Malam hari (lagi-lagi saya lupa hari, jam, sama tanggalnya, eiitss.. ntr dulu, klo gk salah waktu itu jam 11, iya sekitar jm 11 malam), kami berangkat menuju desa untuk liburan. Seperti biasa, dalam perjalanan dari Mataram (tepatnya dari Perumnas) menuju Pelabuhan Lembar, kegiatan yang kami lakukan di atas sepeda motor adalah membaca mantra-mantra suci,(kenapa? Pasti bingung ya?! He)karena perjalanan dari Mataram menuju Pelabuhan Lembar itu sepi, apalagi sudah masuk kawasan Parampuan, (iiii… atutt), Desa Gerung apalagi jalannya waktu itu rusak berat, mana belum ada lampu yang menerangi jalan lagi (tadi iii… atutt ya? Sekarang iihhh… selemm). Dengan keluguan mulut kami, kami manfaatkan untuk menghabiskan bait-bait mantra suci dengan tulus dan berharap bisa selamat sampai tujuan.

Setelah 1 jam perjalanan kami tempuh, akhirnya tiba juga di Pelabuhan Lembar, kami pun bisa bernafas dan menghirup udara dengan tenang tapi tidak begitu dengan saya, karena ada bau gas yang keluar dari pantatnya Mega, setelah itu, baru saya bisa bernafas dengan lega.

Sesampainya di dalam kapal, kamipun memutuskan untuk tidur. Tapi sebelumnya kami memastikan dulu kalau barang-barang penting seperti Hp dan dompet sudah berada di tempat yang aman. Setelah ± 4 jam perjalanan kami tiba di Pelabuhan Padang Bai. Dengan sambutan dari asap-asap truk dan bis yang mengepul, kamipun menerobos untuk mencari keberadaan motor kami, ehh… motornya Mega maksudnya,hee.

Setelah keluar dari goa asap yang terbuat dari besi itu, kamipun bisa bernafas dengan lega, tapi tidak begitu dengan Mega, karena kali ini saya yang mengeluarkan asap beracun dari lobang yang paling kecil se-dunia, itung-itung balas dendam,hehe.

Hari itu planning kami yang pertama ke rumah pamannya Mega, kemudian ke villanya Mr. Tony, dan terakhir baru ke rumah masing-masing, kebetulan desa kami letaknya berdekatan.

Selama perjalanan, seperti biasa kami isi dengan cerita-cerita dan tidak pernah kami lupakan adalah nyanyi bersama, kadang dia menjadi instrumennya saya yang menyanyi, kadang juga saya yang menjadi instrumennya dia yang menyanyi, kadang lagi kita paduan suara di atas motor sambil ketawa-ketawa hahahahaha…. Dan yang lebih gilanya lagi, kami ‘magenjekan’ berdua,hehe.

Setelah tiba di rumah pamannya, kita sarapan dan bersiap-siap untuk menuju villanya Mr. Tony. Mr. Tony adalah seorang bule dari Australia yang membiayai kami kuliah di Universitas Mataram.

Singkat cerita kamipun tiba di desa masing-masing. Seperti biasa, saya di sambut dengan senyum bahagia dan terharu oleh kedua orang tua dan nenek saya, dengan perasaan yang sama sayapun meletakkan tangan kanan mereka yang tulus dan jujur itu di khening saya dan memeluk mereka dengan kerinduan yang mendalam.

Hari-hari saya jalani dengan sangat damai. Setiap malam hari, saya tidur bergantian, kadang bersama nenek, kadang bersama ibuk, dan kadang sendirian. Tidur bersama nenek serasa tidur di tahun 50-an karena cerita-cerita menjelang tidurnya lebih banyak mengenai nasionalisme alias peperangan dan pengorbanannya waktu mencari sesuap nasi untuk anak-anaknya. Lain lagi dengan ibuk, beliau lebih banyak menyampaikan pesan-pesan agar kelak menjadi anak yang baik dan berguna bagi keluarga dan semua orang.

Serasa 1 jam waktu 1 minggu saya lalui di rumah sederhana itu. Dan dengan berpamitan, saya pun berangkat kembali menuju Lombok untuk meneruskan impian.

Walau tak tertahan, saya pun terus mencoba untuk menampakkan senyum bahagia untuk kedua orang tua dan nenek saya sebagai salam perpisahan.

Setibanya di kapal, saya merenung sejenak. Merenungkan pengalaman-pengalaman yang telah saya lalui mulai dari pemberangkatan hingga sekarang. Tanpa terencanakan, tiba-tiba saya terfikirkan oleh 2 baris syair lagu Mars KMHD Unram yang kami buat 3 minggu yang lalu, kemudian saya mengambil sebuah pena dan selembar kertas. Saya mencoba mengait-ngaitkan antara pengalaman-pengalaman yang telah saya lalui dengan kebutuhan KMHD saat ini untuk sebuah penyemangat, hingga akhirnya dengan melodi yang terangkai sederhana dari mulut saya, saya bisa melahirkan 2 buah baris lanjutan yaitu :

“Bulatkan tekad dan nurani yang bersahaja

Demi pertahankan Nusa Bangsa”

Untuk menyatukan rasa kita perlu tekad yang kuat dan hati nurani yang bersahaja sehingga apa yang telah diperjuangkan oleh para leluhur kita, para pahlawan kemerdekaan Negara kita, bisa kita pertahankan bersama. Dan ini saya simbolkan sebagai “Identitas anggota dan UKM KMHD Unram”.

Spirit lagu ini saya peroleh dari cerita dan pengalaman nenek saya.

Debaran hati saya bertambah karena bisa melahirkan 2 buah baris lagu tambahan, kemudian saya terus berfikir dan berusaha. Dan akhirnya, saya dapat menghasilkan 4 baris syair lagu tambahan, alias bait ke-2, yang isinya :

“Dengan doa dan ketulusan pada agama

Pinta harapan jaya pada Yang Maha Kuasa

Dalam Cita-cita bersama wujudkan Dharma

Demi pertahankan Nusa Bangsa”

Syair ini terinspirasi dari perjalanan kami waktu melawati desa Parampuan dan Desa Gerung, dengan doa-doa suci tulus yang kami ucapkan kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Dan itu yang saya yakini agar kita bisa mewujudkan cita-cita kita untuk sebuah jalan  ‘kebenaran’ atau dharma. Jadi, untuk menggapai sebuah kesuksesan dan kesempurnaan, tidak cukup dengan berusaha, akan tetapi kita perlu berdoa dan melakukan pengorbanan-pengorbanan  yang bermanfaat.

Setibanya di rumah saya merasa sangat bahagia karena dapat melahirkan 2 bait lagu MARS KMHD. Hari itu merupakan hari yang bersejarah buat saya karena tanpa di duga ternyata saya dapat menciptakan 2 bait lagu. Sekali lagi ini bukan hasil dari bakat, tapi karena niat dan tekad yang kuat dari saya bahwa KMHD UNRAM adalah organisasi yang besar dan memiliki anggota-aggota yang penuh semangat dan dedikasi, untuk itu harus memiliki sebuah lagu pemersatu dan penyemangat agar bisa lebih menggemakan nama di almamater dan di luar almamater.

Keesokan harinya, saya langsung memutuskan untuk berdiskusi sama bibik (Ni Putu Cita Yasmini). Beliau adalah seorang Guru di salah satu SD di bilangan cakra Negara, di samping mengajar beliau juga pernah menciptakan beberapa jenis tarian kreasi dan lagu, jadi saya memutuskan untuk berdiskusi bersama beliau guna merampungkan lagu MARS KMHD UNRAM. Tujuan saya waktu itu adalah meminta beliau untuk membuatkan nada untuk reff MARS KMHD UNRAM sekaligus membuatkan not baloknya. Singkat cerita, akhirnya beliau mampu melahirkan sebuah nada yang pas untuk sambungan 2 bait yang saya ciptakan sebelumnya, dan dengan masukan dari paman agar dalam baris dibubuhkan semangat bhineka tunggal ika, akhirnya saya merangkai kata demi kata sehingga melahirkan beberapa buah kalimat yang kemudian terangkum menjadi sebuah reff sebagai kesimpulan sekaligus jati diri Kelauarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Mataram.

“Teguh dan kukuh pada azas Pancasila

Ber-bhineka bukan harus kita berbeda

Tat Twam Asi Satya Dharma kunci utama

Demi kejayaan umat kita se-dharma

Demi terciptanya … santi dan jagadhita.”

Akhirnya saya mulai mempromosikan ke teman-teman, banyak respon positif yang saya terima karena dapat melahirkan sebuah karya seni untuk organisasi yang dicinta, banyak dari teman-teman memberikan masukan dan kritikan diantaranya: nada dari MARS KMHD UNRAM terlalu monoton, dalam liriknya belum mencantumkan nama universitas Mataram, dan dari bait kedua menuju reff belum bisa masuk/belum bisa nyambung. Untuk itu, dari beberapa masukan tersebut akhirnya saya memutuskan untuk menata ulang kembali dan melahirkan sebuah ‘bridge’ atau penghubung antara bait kedua dengan reff, yang bunyinya:

“Almamater gagah berani

Bernafaskan Hindu sejati

Bersatu padu menggebu

Triak doktrin kebanggaan !!!

SATYA DHARMA.”

Sempurna sudah MARS KMHD UNRAM saya ciptakan, dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang pencipta miliki.

Untuk pertama kali secara formal lagu ini d kumandangkan pada rapat kerja UKM KMHD UNRAM tahun 2009 dimana pada saat itu pimpinan tertinggi di duduki oleh I Nyoman Gede Aryartha atau sering dipanggil ONGOK’s. Beliau menyambut baik lagu ini, dan menyampaikan pada waktu itu bahwa lagu ini merupakan salah satu kado terindah pada awal kepemimpinannya dan selanjutnya lagu MARS KMHD UNRAM di nyanyikan pada acara Dharma Santi yang di Ketuai oleh Wahyu Sentanu. Lagu ini menjadi acara penutup waktu itu, dimana di nyanyikan oleh seluruh pengisi acara dan panitia yang tidak bertugas.

Kami pun bangga dengan hasil karya kami, tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada sesepuh KMHD UNRAM kami membuktikan bahwa KAMI BISA, kami bisa melahirkan MARS KMHD UNRAM, walaupun dengan nada yang sangat sederhana mudah-mudahan lagu ini dapat memberikan inspirasi buat kita semua dan tentunya dapat membangkitkan semangat kekeluargaan kita.

Seperti pesan dari SC-SC KMHD UNRAM, “Pikirkanlah apa yang bisa kita berikan untuk KMHD UNRAM, jangan pikirkan apa yang KMHD UNRAM bisa berikan untuk kita”

SATYA DHARMA !!!

Di ambil dari kisah nyata Si Penulis dengan menghiperbolakan kejadian-kejadian menarik sehingga menjadi daya tarik dan bumbu guyonan yang khas untuk dijadikan bahan kenangan. Disarankan setelah membaca tulisan ini, pembaca dapat memberi arti dan makna dalam setiap baris lagu MARS KMHD UNRAM dan memegang teguh nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

ImageImage