Latar Belakang

Mengapa harus belajar matematika? Tentu saja, pada tahap-tahap dasar, saat kita belajar perhitungan dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, tak terlalu sulit bagi kebanyakan kita untuk memahami alasan dari mempelajari semua itu. Kita membutuhkan kemampuan-kemampuan perhitungan sederhana semacam itu agar kita bisa menghitung secara tepat berapa jumlah uang yang harus kita keluarkan saat membeli 2 kilogram beras, berapa total ongkos perjalanan kita dari rumah kita ke tempat tujuan yang mau kita capai, berapa uang kembalian yang harus kita terima jika kita membeli 5 meter kain dengan menggunakan uang 100 ribuan dan sebagainya. Intinya, dalam kehidupan sehari-hari, ada sekian banyak konteks di mana kemampuan-kemampuan berhitung sederhana semacam itu sangatlah dibutuhkan, dan mau tidak mau harus menguasainya agar kita tidak tertipu dalam kehidupan kita. Tapi bagaimana dengan perhitungan-perhitungan seperti sinus, limit, logaritma, dan sebagainya? Untuk apa kita harus belajar semua itu?

Secara aktualisasi di lapangan (sesuai pengalaman penulis) memang hal-hal mengenai tujuan kita mempelajari matematika secara keseluruhan tidak pernah menjadi signifikan untuk disampaikan oleh guru ataupun dosen yang mengajar di bidangnya. Hal ini yang menjadikan paradigma negatif tentang matematika semakin kuat, yang dimana matematika hanya sebatas bahasa symbol yang abstrak dan sulit untuk di cari korespodensinya di dalam kehidupan nyata.

Keterbatasan informasi atau keterpura-puraan dari para pendidik tentang masa depan apa yang bisa matematika janjikan bagi siswa atau para pelajar yang sedang atau berniat untuk terjun di bidang matematika juga menjadikan momok penghasut keapatisan, keragu-raguan, dan kurang motivasi di dalam menjalankan proses belajar mengajar. Dari refleksi pengalaman pribadi pula, penulis menyadari bahwa salah satu problem besar yang turut berperan dalam melemahkan tradisi pengetahuan di negeri ini ialah karena tak adanya wawasan mengenai masa depan macam apa yang bisa dicapai dengan menekuni bidang pengetahuan matematika.

Berangkat dari rasa penasaran dan kenekadtan penulis untuk mengetahui dan mematahkan dikotomik yang tersebar tentang matematika, maka penulis mencoba untuk mencari tahu dalam persepektif keawaman penulis, terutama untuk mengetahui profesi apa yang bisa dijanjikan matematika untuk masa depan.

Manfaat

Manfaat untuk pembaca dan saya sendiri setelah membaca makalah ini adalah
Dapat mengetahui korespodensi matematika dengan kehidupan nyata atau dapat mengetahui profesi-profesi apa saja yang bisa di janjikan oleh matematika.

 Janji Matematika untuk Masa Depan

Berikut adalah daftar yang mendeskripsikan secara ringkas pekerjaan yang berhubungan dengan profesi-profesi yang ada kaitannya dengan matematika :

  1. Juru Taksir – menyusun dan menganalisa data statistic untuk menghitung probabilitas kematian, sakit, cedera, cacat, pengangguran, pension, dan kerugian meteriil; merancang rencana-rencana asuransi dan pensiun dan menjamin bahwa rencana-rencana itu dilaksanakan di atas basis keuangan yang bagus.
  2. Guru Matematika – memperkenalkan kepada murid-murid kekuatan dan keindahan dari matematika dalam pelajaran matematika di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, atau sekolah menengah atas.
  3. Analisis riset operasi – membantu organisasi-organisasi (manufaktur, penerbangan, militer) dalam mengembangkan solusi-solusi paling efisien dan efektif biaya terhadap operasi-operasi dan problem-problem organisasi; termasuk di dalamnya penyusunan strategi, prediksi, pengalokasian sumber daya, penataan fasilitas, pengendalian inventaris, perencanaan personalia, dan siste-sistem pendistribusian.
  4. Ahli Statistik – mengumpulkan, menganalisa, dan menyajikan data numeric yang dihasilkan dari survey dan eksperimen.
  5. Dokter – mendiagnosa sakit pasien, membuat resep pengobatan, mengajar kelas, memberikan mentoring, dan melakukan penelitian klinis; siswa-siswa dengan latar belakang metematika yang bagus akan diterima di sekolah-sekolah kedokteran yang terbaik dan penguasaan matematikanya akan menjadikannya siap untuk mempelajari disiplin ilmu kedoteran, untuk menganalisis dan memecahkan problem yang harus dipecahkannya dalam bidang kedokteran.
  6. Ilmuwan peneliti – menyusun model-model atmosferis untuk mendapatkan pengertian mengenai pengaruh dari perubahan-perubahan emisi dari kendaraan, truk, pembangkit tenaga listrik dan pabrik-pabrik; dan menerapkan model-model tersebut dalam pengembangan bahan bakar alternative.
  7. Ilmuwan Komputer – membuat teknologi computer yang menggunakan prinsip-prinsip matematika untuk berbagai terapan seperti diagnosis medis, animasi grafis, desain interior, kriptografi, dan computer parallel.
  8. Perencana Strategi Stok – menganalisa data penjualan di masa lalu, membuat model ketidakpastian perkiraan untuk bisa merancang rencana-rencana kontingensi, dan menganalisa tampilan-tampilan catalog agar catalog bisa lebih berhasil; menganalisa respon-respon konsumen.
  9. Staf Analis Kontrol Sistem Lalu Lintas Udara – menerapkan probabilitas, statistik dan logika pada operasi-operasi control lalu lintas udara; menggunakan simulasi penerbangan udara untuk memonitor sistem computer pengendali lalu lintas udara.
  10. Kriptolog – merancang dan menganalisa skema-skema yang digunakan untuk mentransmisikan informasi rahasia.
  11. Ekonom – menginterpretasikan dan menganalisa kesalingterkaitan di antara factor-faktor yang mendorong gerak ekonomi dari sebuah organisasi, industry, atau Negara tertentu.
  12. Professor Matematika – mengajar matematika di kampus, melakukan penelitian teoritis, dan menjadi penasehat bagi mahasiswa-mahasiswa di kolase dan universitas.
  13. Ahli Matematika Lingkungan Hidup – bekerja sebagai anggota tim ilmuwan dan professional interdisiplin ilmu yang mempelajari problem-problem di lokasi-lokasi tertentu; berkomunikasi secara efektif dengan akademisi dari berbagai bidang ilmu dan mampu menyusun ringkasan laporan kerja.
  14. Insinyur Robot – mengkombinasikan matematika, teknik rekayasa, dan ilmu computer untuk mempelajari dan merancang robot.
  15. Ahli Matematika Geofisika – mengembangkan basis matematis bagi pembuatan peralatan-peralatan pemetaan seismologi yang digunakan dalam ekplorasi dan produksi sumber minyak dan gas.
  16. Perancang Prototip – menggunakan grafis computer dan model matematika untuk merancang dan mengkontruksi prototip-prototip fisik bangunan; mengintegrasikan desain geometris dengan manufaktur produk-produk akhir yang efektif biaya.
  17. Ekolog – mempelajari kesalinghubungan antara organism-organisme dan lingkungan-lingkungan mereka serta dinamika matematis yang melandasinya.
  18. Ahli Geodesi – mempelajari sains terapan yang melibatkan pengukuran secara teliti ukuran dan bentuk dari bumi dan medan gravitasinya.
  19. Fotogrametris – mempelajari sains terapan gambar pemetaan multi-spektral yang didapat dari platform kemera satelit, penginderaan secara terrestrial dan aerial, yang diikuti dengan pemrosesan gambar pemetaan, menganalisanya, menyimpannya, menampilkannya, dan menyebarluaskannya dalam berbagai format hard-copy dan digital.
  20. Insinyur Bangunan – merencanakan, mendesain, dan mengelola proses konstruksi sistem transportasi kendaraan darat, udara, dan air serta transportasi energy; menganalisa dan mengontrol sistem lalu lintas kendaraan darat; menganalisa dan mengontrol sistem pengolahan lingkungan untuk pengolahan limbah dan air; membangun lokasi-lokasi untuk perindustrian, perdagangan dan rumah tangga; menganalisa dan mengontrol sistem untuk drainase dan penampungan air hujan; mengelola konstruksi fondasi gedung, konstruksi struktur kerangka bangunan dan konstruksi pembangunan gedung; menganalisa bahan-bahan material konstruksi gedung; dan melakukan analisis terhadap tanah permukaan dan subterranean.
  21. Insinyur Geomedika – dulunya dikenal sebagai “insinyur survei”, yang diantaranya bertugas melakukan survey geodetik: yaitu menganalisis ukuran dan bentuk bumi dengan tujuan untuk bisa menentukan secara tepat posisi horizontal dan vertical dari titik-titik patokan rujukan geodetic; melakukan survey kadastral: yaitu menetapkan dan menetapkan kembali titik-titik patokan rujukan bagi Sistem Survey Tanah Umum AS seperti misalnya pojok-pojok kota dan daerah

Pustaka

Alisah, E dan Dharmawan, E, P. 2007. Filsafat Dunia Matematika. Malang: Prestasi Pustaka