Banyak yang mengatakan kepada saya bahwa “tidak semua hal dapat di logikakan”. Hal ini sungguh memotivasi saya untuk menunjukkan bahwa semua hal dapat di logikakan termasuk keberadaan Tuhan. Saya sangat yakin dan percaya bahwa semua hal dapat di logikan (sebelum ada yang bisa membantahnya).

    Kali ini saya akan mencoba untuk membuktikan bahwa “Tuhan itu ada”. Tuhan itu ada, sungguh sebuah keadaan yang diluar nalar dan kemampuan kita sebagai manusia, dan saya menyebutnya ini sebagai keadaan yang irrasional. Singkatnya, Tuhan itu ada adalah irrasional sebagai lawan dari rasional.

    Di dalam matematika mempelajari hal-hal yang rasional maupun irrasional, contohnya 3 merupakan bilangan rasional, 2/3 juga bilangan rasional, sebagai lawannya irrasional adalah

 …

      sebagai bilangan irrasional dapat dibuktikan dengan menggunakan kontradiksi (pembuktian adalah bilangan irrasional). Lalu, bagaimana dengan “Tuhan itu ada” sebagai keadaan yag sama yaitu irrasional (di luar nalar)?

Pembuktian bahwa “Tuhan itu ada”

  1. Kita misalkan bahwa Tuhan itu tidak ada, akibatnya semua hal di alam semesta ini diluar kendali Tuhan.
  2. Ambil sebarang kejadian di alam semesta ini yang di luar nalar kita, misalnya perputaran planet bumi mengelilingi matahari sebagai adanya siang dan malam dan memutar pada porosnya sebagai adanya perubahan musim. Hal ini menimbulkan pertanyaan bahwa, siapakah yang memutar bumi mengelilingi matahari dan berputar pada porosnya, apakah manusia, orang amerika, orang indonesia, atau alien… ?? karena belum ada penelitian secara khusus tentang siapa seseorang yang memutar bumi mengelilingi matahari dan memutar pada porosnya, maka diambil kesimpulan bahwa bumi itu di putar oleh sesuatu yang tak terlihat, yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan melebihi nalar kita sebagai manusia, dan itu adalah Tuhan, dari sini menunjukan bahwa “Tuhan itu ada” ini bertentangan dengan permisalan bahwa “Tuhan itu tidak ada”

Ini salah satu contoh bahwa semua hal di muka bumi ini dapat dilogikakan… bahasa sederhana dari dapat dilogikakan adalah masuk akal.

Dari pembuktian di atas jelaslah bahwa tuhan itu ada adalah sesuatu yang masuk akal dan dapat di logikan dengan menggunakan pendekatan kontradiksi.

(contoh lain; jika Budi lapar maka ia kenyang)

Dasar Berfikir, pembuktian bahwa “Tuhan itu ada”

Terima kasih

Semoga bermanfaat..

Kadek Adi Wibawa, S.Pd.