Petang menjelma kabut haru memaku

Terurai binar ketinggian Sang Pemangku

Merancu akan petuah-petuahnya terdahulu

Yang mengeropos kini ke anak cucu

Terbelit satu kehilangan Putu

Yang beberapa dirampas malaikat sekutu

…….

Tak tangis, denyutpun ikut berdalih

Menetes menghampa kian bersilih

Tak jemari, empedupun ikut rasakan kutub

Sesak menahan laju yang kian menakjub

…….

    Tak habis terpaan-terpaan gada merada

    Semilir-semilir debu terus meraba

    Kilatan-kilatan apinya yang kian membara

    Tercantum antar pertikaian dan pengkhianatan sesama

    Tercurah dalam destar yang terhura

Renungan Sang Pemangku

Tak henti terus meragu

Jika ilalang terus bertebaran sewena-wena

Tanpa pahami nilai agama

Tat Twam Asi

Kunci utama . . .

Karya

Kadek Adi Wibawa

April 2008