Renungan Sang Pemangku

Petang menjelma kabut haru memaku

Terurai binar ketinggian Sang Pemangku

Merancu akan petuah-petuahnya terdahulu

Yang mengeropos kini ke anak cucu

Terbelit satu kehilangan Putu

Yang beberapa dirampas malaikat sekutu

…….

Tak tangis, denyutpun ikut berdalih

Menetes menghampa kian bersilih

Tak jemari, empedupun ikut rasakan kutub

Sesak menahan laju yang kian menakjub

…….

    Tak habis terpaan-terpaan gada merada

    Semilir-semilir debu terus meraba

    Kilatan-kilatan apinya yang kian membara

    Tercantum antar pertikaian dan pengkhianatan sesama

    Tercurah dalam destar yang terhura

Renungan Sang Pemangku

Tak henti terus meragu

Jika ilalang terus bertebaran sewena-wena

Tanpa pahami nilai agama

Tat Twam Asi

Kunci utama . . .

Karya

Kadek Adi Wibawa

April 2008


Iklan

Penulis: adimath17

Mahasiswa doktoral pendidikan matematika Universitas Negeri Malang. Peneliti PTK, Proses Berpikir, dan defragmentasi struktur berpikir. suka traveling (mendaki, air terjun, wisata pedesaan) suka main gitar, nyanyi pernah jadi ketua organisasi pengen banget jadi penulis buku, peneliti yang produktif dan aplikatif pengen punya bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s