1.     Orng IPA blng kaki sapi ada 4 tp org matematika blng ada 8, krn kesepakatan.
2.     Juru foto blng 3 x 4 = 2.500 tp org matematika blng 3 x 4 = 12, krn kesepakatan.
3.     Orng dewasa blng 11 – 5 = 6 tp anak kecil blng 11 -5 = 0, krn kesepakatan.
4.     Orng pinter blng 5 + 5 = 10, tp orng polos 5 + 5 = 11, krn kesepatan.

apakah Anda punya kesepatan yg sama dlm kasus di atas ???

HARUS PUNYA!

KARENA SAYA PUNYA PENJELASAN MENGENAI HAL INI.

  1. Kaki sapi ada 8 memang benar adanya, karena jika kita sama2 menyebutkan bahwa kaki sapi di depan ada “2”, di belakang ada “2”, di sebelah kiri ada “2”, dan di sebelah kanan ada “2” jadi kalau di jumlahkan semuanya, 2 + 2 + 2 + 2 = 8. Jadi jelas bahwa kaki sapi ada 8 jika di lihat dari sudut pandang matematika J
  2. 3 x 4 = 12, semua orang pasti menyepakati hal ini karena jika saya punya 3 buah apel pemberian dari bapak, 3 buah apel pemberian dari ibu, 3 buah apel pemberian dari tante dan 3 buah apel pemberian dari kakak, maka sya akan memiliki apel sebanyak 3 x 4 = 12.
  1. 11 – 5 = 0, nah ini mungkin jarang di temukan kasus seperti ini, biasanya kan hasilnya 6, tapi ini kok malah 0. Saya punya alasannya dan Anda harus “sepakat” setelah membaca penjelasan dari saya. Bilangan 11 sebenarnya hanyalah sebuah metafora dari sebuah kejadian alam, sya ambil contoh dari kasus ini adalah ingus, ada seorang anak kecil sedang sakit flu, kemudian anak kecil ini tanpa disadari dan seolah membiarkan ingusnya keluar dari hidungnya, hingga hampir menyentuh bibirnya (ingusnya membentuk bilangan 11), dengan tanpa rasa malu sedikitpun si anak kecil ini menghapus ingusnya dengan menggunakan ke 5 jarinya, jadi habislah ingus itu. Atau kalau di modelkan dalam bahasa matematika, keluar ingus menandakan ada bilangan 11, di hapus menggunakan ke 5 jarinya menandakan 11 – 5, hasilnya ingusnya hilang menandakan 0. Jadi 11 – 5 = 0 J
  1. ciri-ciri orang yang merasa pintar adalah selalu merasa dirinya benar (padahal belum tentu), ciri-ciri orang bodoh adalah selalu merasa dirinya salah (padahal belum tentu). Nah, ada kasus unik mengenai dualisme ini. ada orang tua ne (yg mrasa pinter) nanya sm anakx yg bru kelas 1 SD, “nak! 5 + 5 = berapa?” anakx dg segera mengeluarkan jari-jarix ntk di hitung “1, 2, 3, 4″… sontak sj orang tuax marah “ga boleh pke tangan, masukan kedua tanganx ke kantong” si anak nurut, dn membayangkn jarix bisa dia lihat, dan mulai menghitung “1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11. jawabnx 11 bu” “hahh 11, salah, kq bs 11??” smbl ngeremon. si anak lg mengulangi perhitungan dan hasil yg di peroleh tetep 11,, ibux tmbah marah… skrng coba keluarkan tangan2mu dr kantong dn mulai menghitung. setelah di hitung dg mengulang 2 kali, trnyata hasil hitunganx 10, si anak bingung yg mana yg bener, 5 + 5 = 11 atau 10. akhirnya setelah di selidiki, ternyata si anak ini cwo, jd ketika tanganx di masukin k kantong, ada kemungkinan yg lain yg mempengaruhi hasil hitungan…. (kemungkinan apakah itu? ) hehehehehe

betapa indahnya matematika, qt bisa buat kesepatan semau kita, tanpa ada yang melarang…

yang penting ada yg di ajak ntk menyepakatinya.

Kadek Adi Wibawa