IMG_1980

Pemecahan masalah merupakan pusat dari pengajaran dan pembelajaran matematika. Seperti yang disampaikan dalam NCTM (National Council of Teachers of Mathematics, 2000), dengan pembelajaran pemecahan masalah dalam matematika, peserta didik akan belajar cara berpikir, ketekunan dan keingintahuan, serta kepercayaan diri dalam situasi yang tidak biasa yang akan mereka hadapi di luar kelas matematika. Dalam kehidupan sehari-hari maupun di tempat kerja, menjadi seorang pemecah masalah dapat memberikan keuntungan yang besar.

Sebagai awal dari keterampilan proses, Problem solving sangat penting untuk mengembangkan keterampilan proses lainnya dan pengetahuan akan konten. Siswa yang belajar dari perspektif Problem solving, membangun pemahaman matematika mereka sendiri daripada menghafal aturan yang mereka tidak pahami.

Pada satu waktu, Problem solving dalam pembelajaran matematika disamakan dengan soal cerita diakhir bagian yang dipelajari, siswa akan mengambil bilangan dari soal cerita tersebut dan mensubstitusikannya pada perhitungan yang baru dipelajari. Tanpa pengembangan keterampilan Problem
solving, soal cerita dapat menjadi sumber frustrasi dan kurangnya keberhasilan bagi banyak siswa. Siswa sering bingung ketika mereka mengalami masalah realistis dan harus memutuskan operasi yang digunakan, bilangan apa yang disubstitusikan, dan apakah jawaban mereka masuk akal. Menurut Leiva, 1991, Pemecahan masalah bukan merupakan suatu topik yang berbeda, melainkan suatu proses yang harus menyerap keseluruhan program dan menyediakan keadaan dimana konsep dan kecakapan dapat dipelajari.

Guru yang efektif hendaknya mendorong pemikiran kreatif dan kritis dalam semua mata pelajaran. Guru menemukan masalah realistis dari pengalaman anak-anak yang dapat membantu mengajarkan keterampilan dan konsep matematika. Situasi yang realistis, menciptakan masalah dimana siswa dapat menghadapi dan ikut serta. Siswa dapat menemukan konsep dan prosedur serta menerapkannya dalam keadaan dan situasi baru; mereka menjadikan matematikawan saat mereka menyelesaikan berbagai masalah.

Saat perusahaan, pemerintahan, maupun pekerjaan lainnya mempertimbangkan pekerjaan yang penting bagi karyawannya, mereka memperhatikan kemampuan berpikir secara kritis dan kreatif, untuk menyelesaikan masalah, menyampaikannya secara efektif dalam bentuk lisan maupun tulisan, dan mengerjakannya bersama-sama dalam suatu tim. Menurut Burns, 2000, agar berguna dalam mayarakat yang kompleks dan terus berubah, setiap orang perlu dapat menyelesaikan masalah yang luas. Kurikulum matematika sekolah harus menyiapkan anak-anak untuk dapat menjadi pemecah masalah yang efektif.

Dengan strategi Problem solving, siswa dapat memahami masalah, mengembangkan rencana, dan melaksanakan rencana mereka. Selanjutnya mereka dapat mempertimbangkan apakah jawaban mereka masuk akal dan adakah jawaban atau pendekatan lainnya, dan akhirnya mereka dapat menyampaikan jawaban dan penalaran mereka. Kemampuan untuk menghitung secara akurat sangat penting dalam pemecahan masalah, tetapi berpikir merupakan inti mengajar dan belajar matematika.

Setiap pelajaran dapat mengajarkan kecakapan pemecahan masalah, seperti yang terjadi di kelas Ms. Eckelkamp berikut saat dia bertanya kepada murid-murid kelas tiganya untuk memikirkan kendaraan yang digunakan untuk studi tur.