Pemikiran yang fleksibel (tidak kaku) merupakan hal yang penting dalam pemecahan masalah. Di masa yang lalu, guru menyajikan hanya satu cara untuk mendekati dan menyelesaikan suatu masalah. Peserta didik yang memiliki ide lain digagalkan dan dikecilkan hatinya, dianggap jawabannya salah. Namun sebenarnya, sebagian besar masalah dapat diselesaikan dalam berbagai cara. Pembelajaran yang menggunakan strategi pemecahan masalah mendorong peserta didik untuk mencoba beberapa pendekatan. Bahkan saat guru mengenalkanstrateginya sendiri, peserta didik akan segera belajar bahwa beberapa strategi akan lebih kuat jika digunakan bersama-sama. Seiring dengan tingkat kematangan anak, masalah akan menjadi lebih rumit dan memuat topik dan konsep matematika yang lebih luas. Menyelesaikan berbagai masalah dengan cara yang berbeda dapat mengembangkan banyak kecakapan dan sikap yang mendukung pemikiran yang bersifat aljabar.

Masalah yang baik bisa terdapat di berbagai sumber, misalnya buku teks, games, puzzles, dan lain sebagainya. Salah satunya bisa ditemui di website NCTM (http://www.nctm.org). Situasi kelas juga menawarkan banyak masalah yang dapat diselesaikan peserta didik bersama-sama.

Kelas berbasis masalah biasanya terlihat lebih kacau dan lebih ramai daripada kelas tradisional. Oleh karena itu, seorang guru harus berkoordinasi dengan kepala sekolah dan orang tua, yaitu dengan jalan menjelaskan pentingnya penyelesaian masalah. Pertemuan orang tua yang dirancang oleh guru di awal tahun dapat meredakan perdebatan mengenai kurikulum matematika berbasis masalah. Orang tua ingin tahu apakah anak mereka akan belajar kecakapan menghitung, dan guru dapat menenangkan dengan menjelaskan bahwa

perhitungan adalah suatu tujuan penting. Peserta didik membutuhkan alasan untuk mempelajari fakta-fakta dan menerapkannya dalam masalah yang menarik. Karena baik proses maupun jawaban keduanya penting, penilaian pembelajaran dengan penyelesaian masalah difokuskan pada apakah peserta didik mengerti permasalahannya, dapat merencanakan suatu strategi penyelesaiannya, dan dapat mencapai solusi yang masuk akal yang dapat mereka jelaskan.