Objek matematika bersifat sosial-kultural-historis, artinya bahwa matematika dan pembelajarannya merupakan milik bersama seluruh umat. Betapapun primitifnya suatu masyarakat, matematika adalah bagian dari kebudayaannya (meski dalam bentuk yang sederhana). Karena itu matematika bersifat universal. Matematika itu lahir dari perjalanan panjang dalam kehidupan manusia (Sumardyono, 2004 : 11).

Menurut Sumardyono, sifat atau karakteristik matematika sebagai berikut:

  1. Memiliki objek kajian yang abstrak

    Matematika memiliki objek kajian yang bersifat abstrak, walaupun tidak semua objek abstrak adalah matematika. Sementara beberapa matematikawan menganggap objek matematika itu “konkret” dalam pikiran mereka, maka kita dapat menyebut objek matematika secara lebih tepat sebagai objek mental atau pikiran. Ada empat objek kajian matematika, yaitu fakta, operasi (atau relasi), konsep, dan prinsip.

  2. Bertumpu pada kesepakatan

    Simbol-simbol dan istilah-istilah dalam matematika merupakan kesepakatan atau konvensi yang penting. Dengan simbol dan istilah yang telah disepakati dalam matematika maka pembahasan selanjutnya akan menjadi mudah dilakukan dan dikomunikasikan.

  3. Berpola pikir deduktif

    Dalam matematika hanya diterima pola pikir yang bersifat deduktif. Pola pikir deduktif secara sederhana dapat dikatakan pemikiran yang berpangkal dari hal yeng bersifat umum diterapkan atau diarahkan kepada hal yang bersifat khusus.

  4. Konsisten dalam sistemnya

    Dalam matematika terdapat berbagai macam sistem yang dibentuk dari beberapa aksioma dan memuat beberapa teorema. Suatu teorema atau definisi harus menggunakan istilah atau konsep yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Konsistensi itu baik dalam makna maupun nilai kebenarannya. Ada sistem-sistem yang berkaitan, ada pula sistem-sistem yang dapat dipandang lepas satu dengan lainnya.

  5. Memiliki simbol yang kosong dari arti

    Makna suatu simbol dalam matematika tergantung dari permasalahan yang mengakibatkan terbentuknya model matematika. Kosongnya arti simbol atau tanda dalam model-model matematika memungkinkan “intervensi” matematika ke dalam berbagai pengetahuan.

  6. Memperhatikan semesta pembicaraan

    Kekosongan arti simbol menunjukkan bahwa dalam menggunakan matematika diperlukan kejelasan dalam ruang lingkup (semesta pembicaraan) apa model matematika itu dipakai.