Kebanyakan orang dewasa akan mengakui bahwa matematika adalah sebuah mata pelajaran yang penting, tetapi hanya sedikit yang memahami apa sebenarnya matematika itu. Untuk kebanyakan orang, matematika adalah kumpulan aturan yang harus dimengerti, perhitungan-perhitungan aritmatika, persamaan aljabar yang misterius, dan bukti-bukti geometris. Pandangan ini sangat berbeda dengan pandangan terhadap matematika seperti data, bentuk, perubahan, atau pola. Banyak orang dewasa mengatakan “saya tidak pernah baik dalam matematika”. Bagaimana pandangan seperti ini bisa menjadi lazim di masyarakat kita? Jawaban terbaik dapat ditemukan dalam pendekatan tradisional mengajar matematika. Pengajaran tradisional, yang masih merupakan pola pengajaran utama, biasanya dimulai dengan penjelasan tentang ide-ide yang terdapat pada halaman buku yang dipelajari, kemudian diikuti dengan menunjukkan kepada siswa bagaimana mengerjakan latihan soal. Bahkan ketika siswa berkegiatan, guru konvensional masih menuntun siswa bagaimana menggunakan materi yang dipelajari untuk mengerjakan latihan. Para siswa menyandarkan kepada guru untuk menentukan apakah jawabannya benar. Anak-anak yang mendapat pengalaman seperti ini akan mempunyai pandangan bahwa matematika adalah sederetan aturan yang tidak ada polanya yang dibawa oleh guru. akibatnya anak-anak dijauhkan dari sumber pengetahuan yang sebenarnya sangat baik.

    Pandangan di atas merupakan penyimpangan yang jauh tentang apa sebenarnya matematika itu. Hal ini sangat tidak menyenangkan. Hanya sedikit anak yang baik dalam belajar aturan dan memperoleh nilai baik, tetapi mereka bukanlah pemikir terbaik di dalam kelas. Sistem tradisional mengahargai belajar aturan tetapi memberi sedikit kesempatan untuk mengerjakan matematika.

Kadek Adi Wibawa

Pustaka

Walle, V, D. 2006. Sekolah Dasar dan Menengah Matematika Pengembangan Pengajaran Edisi Keenam. Jakarta. Erlangga