MEDIA PEMBELAJARAN

TUGAS

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran Matematika

Yang dibina oleh Bapak Abdur Rahman As’ari

Oleh

Kadek Adi Wibawa (120311521724)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PASCASARJANA

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

2013

  1. Pengertian Media

    Menurut Sanjaya (2010)
    Media merupakan suatu alat komunikasi, baik cetak maupun audio visual, yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari pengirim ke penerima pesan dan merangsang siswa untuk belajar.

    Menurut Criticos (1996)
    Media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.

    Menurut Purnamawati dan Eldarni (2001) Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.

    Menurut Synyster (2012) Media merupakan alat bantu yang dapat memudahkan pekerjaan.

    (Anonim, 2011) Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat perhatian siswa sedemikian sehingga proses belajar terjadi.

    Menurut Sadiman dalam (Ruis, 2009) media is anything used to send message from sender to receiver, so it can be aroused to learners’ thought, feeling, and interest to gear the student’ learn.

    Menurut Ruis (2009) Media are integrated the experience from the concrete things to the abstract ones.

    (Anonim, 2012) Media are channels of communication that serve many diverse function, such as offering a variety of entertainment with either mass or specialized appeal, communicating news and information, or displaying advertising messages.

    (The Dictonary, 2012) Defines media as all the means of communication, as newspapers, radio, and TV, that provide the public with news, entertainment, etc., usually along with advertising.

    Menurut Gagne dalam (Ruis, 2009) media are various components in learners’ environment which support the learners learn.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa media merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat seseorang.

  2. Pengertian Media pembelajaran

    (Handayati, 2012) media pemebalajaran adalah media yang dapat mewakili konsep yang ingin di sampaikan oleh guru tanpa menimbulkan kesalahan pengucapan.

    (Hayati,2012) media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk belajar yang dimaksudkan untuk menambah pengetahuan, wawasan, dan keterampilan bagi peserta didik.

    (Haryanto, 2012) Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

    (Anonim, 2012) Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pebelajar yang menjurus kearah terjadinya proses belajar.

    (Nursyamsi, 2012) Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali.

    (Scanlan, 2010 ) states that that instructional media encompasses all the materials and physical means an instructor and teacher might use to implement instruction and facilitate learners’ achievement of instructional objectives.

    (Ruis, 2009) Instructional media are created the possible direct interaction between the learners and their envirunment.

    (Adekola, 2010) Instructional media are channels of communication trough which information passes for usage in educational situation in conjunction with the instructor.

    Menurut Onyeozu dalam (Adekola, 2010)
    instructional media are resource materials which help to facilitate teaching and learning.

    (Encyclopedia Britannica, 2012) Instructional media are seen by educators as aids rather than substitutions for the teacher.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa media pembelajaran merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk belajar serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali.

  1. Tentang media Pembelajaran dan alat peraga

    (Hafid, 2008) Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja; dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran dan ada semacam pembagian tanggung jawab antara guru di satu sisi dan sumber lain (media) di sisi lain.

    (Ahmad, 2012) Dalam proses pembelajaran, penggunaan media memperlihatkan beberapa kelebihan seperti memperjelas penyampaian materi. Ini bermaksud suatu pesan dapat diterangkan dengan jelas dan berkesan dengan menggunakan berbagai alat dari abstrak hingga jelas. Selain itu, penggunaan media tidak terbatas oleh batasan ruang, waktu dan pancaindera dengan adanya internet. Sedangkan Alat peraga merupakan Segala peralatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar agar diperoleh hasil pesan atau materi akan lebih jelas dan lebih dimengerti oleh peserta didik.

    (Usman dan Asnawir, 2002) perbedaan antar media dengan alat peraga terletak pada fungsi, bukan substansinya saja. Sumber belajar dikatakan alat peraga jika hal tersebut fungsinya sebagai alat bantu. Hal tersebut dikatakan media jika sumber belajar itu merupakan bagian yang integral dari seluruh kegiatan belajar.

    (Arvio, 2012) Alat peraga dan media pembelajaran merupakan suatu alat sebagai perantara antara sumber pesan (guru) dengan penerima pesan (anak) dimana sebagai media saluran komunikasi antara guru dan murid.

    (Suwarna, 2012) Alat peraga adalah perangkat untuk memvisualisasikan suatu konsep tertentu, misalnya gamelan, wayang, chart, gambar, foto labuhan, grebeg, bekakak, janthilan, dsb baik berwujud gambar atau benda yang sesungguhnya.    Media tidak selalu menuntut kehadiran guru. Ada media yang tidak menuntut kehadiran guru, artinya media itu dapat menggantikan guru sebagai sumber belajar, misalnya tape recorder dan kaset untuk belajar tembang, majalah (kalawarti), buku sumber, nara sumber, kliping majalah, dsb.

    (Ruis, 2009) there is nearly no difference between instructional media and teaching aids. Both, instructional media and teaching aids, have functions to make learners easily to understand the teaching materials. Furthermore the class will be more alive.

    Klaus, 2012) Teaching aids are tools that classroom teacher use to help their students learn quickly and thoroughly. A teaching aid can be as simple as a chalkboard or as complex as a computer program. Because every individual learns in a different way, teachers rely on these tools to explain concepts to students with a wide variety of learning needs.

    (Ruis, 2009) we can say that teaching aids are the objects and the content of the objects is the instructional media. It is unnecessary for us to argue the both terms. We use the term of “instructional media” in this supplement.

    (LinguaLinks, 2013) A teaching aid is tool used by teachers, facilitators, or tutor to help learners improve reading and other skills, illustrate or reinforce a skill, fact, or idea, and relieve anxiety, fears, or boredom, since many teaching aids are like games.

    (Anonim, 2012) Teaching aids is a part of instructional media becoming norm in the classroom with blackboard and chalk become a thing of the past, and smart classrooms become the norm, teaching aids are growing in popularity and advancement.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja; dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran.

  1. Pandangan teori behavioristik dan konstruktivis terhadap media pembelajaran

    (dalam Suyono, 2011) Menurut pandangan behaviorisme (Thorndike) media pembelajaran merupakan suatu alat yang digunakan dalam proses belajar yang dilakukan melalui ulangan-ulangan, prinsip trial and error, coba dan salah.

    (dalam Suyono, 2011) menurut pandangan kontruktivisme media pembelajaran merupakan alat yang dapat merefleksi pengalaman, membangun serta mengkonstruksi pengetahuan pemahaman tentang tempat kita hidup.

    (dalam Suyono, 2011) Menurut pandangan behaviorisme (Pavlov) media pembelajaran merupakan sesuatu yang dapat menciptakan adanya pembiasaan atau upaya untuk mengkondisikan pembentukan suatu perilaku atau respon.

    (dalam Suyono, 2011) menurut pandangan konstrutivisme (John Dewey) media pembelajaran merupakan hasil konstruksi (bentukan) aktif manusia itu sendiri dan bukan bersifat given sebagai suatu pembiasaan.

    (dalam Suyono, 2011) menurut pandangan behaviorisme (Edwin Guthrie) media pembelajaran merupakan gabungan stimulus-stimulus yang disertai dengan gerakan-gerakan, pada waktu timbul kembali akan cenderung diikuti gerakan yang sama.

    Menurut pandangan behaviorisme instructional media are tools who develop a simple structure of rewards and punishments which will assist you to operationally condition yourself to change this behavior.

    (dalam Suyono, 2011) Menurut pandangan behaviorisme (B.F Skinner) instructional media are a medium programmed instruction by using book media or mechine teaching, module and others.

    (dalam Suyono, 2011) Menurut pandangan konstruktisme instructional media is an apparatus that can invite every individualy to construct meaning. Not just remember answer what is right and refuse meaning belonging to someone else.

    Menurut Hanbury (1996) Instructional media is a media that can provide opportunities for students to think about his experience so as to be more creative and imaginative.

    Menurut Heinich (1993) Menurut pandangan kontruktivisme instructional media is a media who can create students situate the learning experience within their own experience and that the goal of instruction is not to teach information but to create situations so that students can interpret information for their own understanding.

    Berdasarkan penjelasan di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa menurut pandangan behaviorisme media pembelajaran merupakan suatu alat yang dapat menciptakan adanya pembiasaan atau upaya untuk mengkondisikan pembentukan suatu perilaku atau respon. Sedangkan menurut pandangan konstruktivisme media pembelajaran meruapakan suatu media yang dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir konstruktif tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif

DAFTAR PUSTAKA

Adekola, G. 2010. The Impact of Instructional Media on the Education of Youth on HIV/AIDS in Nigeria Urban Communities. University of Fort Harcourt.

(International Journal of Scientific Research in Education, JUNE 2010, Vol. 3(1), 64-72)

Criticos, C. 1996. International Encyclopedia of Education Technology. New York: Elsevier Science, Inc.

Handayati, S. 2012. Tesis; Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbantuan Komputer Pokok Bahasan Ikatan Kimia untuk Siswa Kelas IX SMP. Malang: UM.

Hayati. 2012. Tesis: Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer Berbasis Inkuiri pada Materi Tesselasi di Kelas IX SMP RSBI. Malang: UM.

Heinich, R, dkk. 1993. Instructional Media and Technologies for Learning. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.

Ruis, N. 2009. Instructional Media. Jakarta: Ministry of National Education.

Sanjaya, W. 2010. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suwarna. 2012. Alat Peraga dan Media Pembelajaran Bahasa Jawa Secara Komunikatif.

Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep. Surabaya: Rosda

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/01/pengertian-media.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 10.10

http://sastranikychoysynyster.blogspot.com/2012/03/pengertian-media.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 10.20

http://www.sarjanaku.com/2011/05/pengertian-media-pemanfaatan-media.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 10.25

http://www.britannica.com/EBchecked/topic/289360/instructional-media

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 10.40

http://wiki.answers.com/Q/What_is_the_definition_of_media

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 10.52

http://reference.yourdictionary.com/word-definitions/define-media.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 10.58

http://belajarpsikologi.com/pengertian-media-pembelajaran/

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 11.30

http://www.m-edukasi.web.id/2012/04/pengertian-media-pembelajaran.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 11.35

http://neozonk.wordpress.com/2012/09/19/definisi-media-pembelajaran/

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 11.40

http://ahmaddinejad.blogspot.com/2008/02/kesombong.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 11.58

http://suediguru.blogspot.com/2009/06/media-pembelajaran-alat-peraga-dan-alat.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 12.58

http://education-vionet.blogspot.com/2012/04/pengertian-alat-peraga-atau-media.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 13.00

http://www.ehow.com/about_6317487_definition-teaching-aids.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 13.45

http://www.sil.org/lingualinks/literacy/referencematerials/glossaryofliteracyterms/whatisateachingaid.htm

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 14.10

http://imet.csus.edu/imet3/drbonnie/personalitywebq/behaviorist.html

di unduh : Minggu, 27 Januari 2012. Pukul 17.00