Saya termasuk salah satu dari sekian banyak orang (mungkin) yang sering menggunakan kata “penalaran matematika” atau “bernalar matematika” atau “soal yang seperti ini memerlukan penalaran yang tinggi untuk menyelesaikannya” akan tetapi saya tidak tahu persis tentang apa arti dari bernalar matematika? dan kapan seseorang dikatakan bernalar?

Menurut Klurik, Rudnick, dan Milou (2003) mengungkapkan bahwa penalaran merupakan bagian dari PROSES BERPIKIR, namun seringkali berfikir dan bernalar digunakan secara sinonim. Keterkaitan antara berfikir dan bernalar disajikan seperti gambar di bawah

Penalaran adalah proses berpikir yang mencakup berpikir dasar, berpikir kritis, dan berpikir kreatif, tetapi tidak termasuk mengingat (recall). Karena itu penalaran merupakan proses berpikir yang memiliki karakteristik tertentu, yaitu: pola pikir logis atau proses bepikirnya bersifat analitis. Pola berpikir logis berarti menggunakan logika tertentu. Sedangkan bersifat analitis merupakan konsekuansi dari pola pikir tertentu.

Dari paparan di atas akan menjadi jelas bahwa ketika kita meminta siswa (SMP) mengerjakan soal 1+2+3+4+5+ . . . +100 = . . . ? maka akan terlihat bahwa “apakah mereka (siswa) menggunakan penalarannya untuk menjawab atau tidak.” Saya kira sangat mudah untuk membedakannya.

Semoga tulisan ini bermanfaat..

    Kadek Adi Wibawa

Inspirasi tulisan dari :

Subanji. 2011. Teori Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasional. Malang. Universitas Negeri Malang