ketua kmhd 2010Sukses adalah tercapainya sebuah tujuan. Di dalam mencapai sebuah tujuan yang benar-benar menjadi keinginan kita, di sana akan ada usaha yang tiada henti, ada keberanian untuk terus belajar, ada keyakinan untuk terus bertahan, dan ada doa yang tiada henti menguatkan.

saya mengalami delematis ketika memasuki semester 6. Saya memiliki keinginan yang kuat untuk maju sebagai ketua Organisasi akan tetapi saya tidak memiliki keberanian untuk menyatakan diri sebagai ketua. Karena saya tahu bahwa saya adalah seorang yang peragu, penakut, kecil, dan pendek. Secara mental saya sudah menilai diri saya sendiri negatif. Saya terus berpikir, apa yang mesti saya lakukan? Akhirnya saya berdiskusi dengan sahabat saya Mega (berasal dari satu kampung dan merantau bersama di tanah Lombok). Ia memberikan 1 buku karangan Andrew Mathews yang judulnya “Bahagia Sekarang”. Banyak kisah-kisah inspiratif yang saya temukan di buku itu, terutama kisah singkat tentang Mahatma Gandhi dan Bunda Theresa. Beliau adalah dua sosok yang sangat sederhana, terlebih Mahatma Gandhi, parawakannya kecil, kurus dan pendek persis seperti saya. Akan tetapi mereka mampu menjadi pemimpin yang sangat dihormati dan disegani.

Belajar dari kepemimpinan Mahatma Gandhi dan Bunda Theresa melalui bukunya Andrew Matthews saya memberanikan diri untuk maju menjadi calon ketua organisasi. Rintangan keduapun datang. Kakak saya melarang saya untuk maju menjadi ketua organisasi, karena pasti akan mengganggu kuliah dan tidak bisa bekerja. Maklum, saya dan kakak saya merantau kuliah di Lombok, orang tua sudah tidak mampu memberikan biaya karena sudah tidak bekerja lagi. Untuk biaya kuliah saya harus mengusahakan sindiri bersama kakak. Saya mengajar les private sejak semester 3. Untuk semester 1 dan 2 masih dibantu oleh paman untuk bayar SPP. Kehidupan kami serba terbatas. Saya tahu kakak sangat mengkhawatirkan masa depan saya. Saya pun tidak memperdulikan nasihatnya. Saya pergi dan tetap pada pendirian bahwa saya harus maju sebagai ketua. Saya memiliki mimpi yang besar untuk menjadi seorang pemimpin kelak. Prestasi yang besar adalah kumpulan dari prestasi-prestasi kecil. Inilah saatnya saya belajar untuk memimpin suatu organisasi yang anggotanya mencapai 700 orang sebagai prestasi kecil saya jika berhasil.

Sayapun mengikuti SUKSESI yang diadakan oleh panitia. Dan dengan perasaan yang masih bimbang, sayapun terpilih sebagai ketua organisasi. Saya sangat senang sekaligus sedih. Senang karena bisa menjadi ketua yang memerlukan perjuangan yang panjang untuk menyakinkan diri sendiri. Sedih, karena teringat kata-kata kakak. Sayapun berjanji pada saat itu, akan mengatur waktu dengan baik sehingga bisa kuliah, berorganisasi, dan bekerja.

Di awal kepengurusan saya merasa sangat sulit mengatur waktu untuk kuliah, berorganisasi, dan bekerja. Kuliah di pagi hari, beorganisasi di siang hingga sore hari, dan bekerja dari sore hingga malam hari. Saya memberanikan diri untuk terus belajar dan belajar mengatur waktu, dan memenejemen kepengurusan. Dan di pertengahan kepengurusan, tepatnya bulan Agustus, saya menemukan suatu pembagian waktu dan tugas dengan sangat bagus dan jelas. Untuk di organisasi saya meminta wakil ketua saya untuk mewakili saya ketika saya bekerja atau membuat tugas kampus. Saya juga tak segan meminta bantuan kepada sekretaris atau bendahara untuk menjadi perwakilan saya. Tugas demi tugas terselesaikan dengan sangat baik dan kompak. Di bulan Agustus ini juga saya bisa menunjukkan pada kakak saya bahwa saya bisa berhasil di kampus. Saya mengikuti Olimpiade Sains Nasional tingkat Perguruan Tinggi dan saya meraih juara 3 Provinsi. Seleksi pertama dari 98 orang di jaring 9 orang. Dan dari 9 orang ini di ambil 3 sebagai pemenang kompetisi. Juara 3 merupakan prestasi tertinggi yang pernah saya raih di bidang Matematika. Bidang yang saya tekuni selama ini.

Selain kakak, teman-teman juga banyak yang tidak mau ikut berorganisasi karena takut tidak bisa membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Saya sangat bersyukur, saya bisa menjawab keraguan tersebut dengan prestasi. Saya belajar banyak dari organisasi tentang manejemen dan berbicara di depan orang banyak. Walaupun sangat sulit awalnya, tapi saya tidak berhenti untuk belajar dan belajar. Saya meyakini bahwa jalan yang saya tempuh adalah benar. Dan saya harus membuktikannya. Tentu saja kakak sangat senang dengan prestasi saya ini. Terutama keuletan saya dalam bekerja. Setiap sore sampai malam hari saya mengajar les private dari rumah ke rumah, kecuali hari sabtu. Uang yang saya dapat cukup untuk membeli buku dan membayar SPP. Inilah kesuksesan terbesar dalam hidup saya selama ini.

 

Tulisan ini sebenarnya saya buat untuk mengikuti seleksi beasiswa dari LPDP. Tetapi berhubung saya sudah mendapat sponsor penuh dari Tony seorang bule dari Australia, akhirnya saya tidak melanjutkan proses seleksi. Lagian untuk bidang studi yang saya geluti, yaitu Pendidikan Matematika, pihak LPDP tidak menyediakan di dalam negeri, yang disediakan hanya di luar negeri itupun harus menunggu waktu yang lama.

Saya berpikir realistis saja, saya tidak boleh rakus, ketika sudah ada orang yang sudah baik dengan saya, saya harus benar-benar memanfaatkannya. 

 

Kadek Adi Wibawa