download

Sumber: http://pendidikankewarganegaraans.blogspot.com/2012/12/pengertian-dan-bidang-kajian-filsafat.html

Filsafat matematika adalah cabang filsafat yang bertujuan untuk merenungkan dan menjelaskan hakekat dari matematika. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam filosofi matematika, seperti: Apa dasar untuk pengetahuan matematika? Apakah hakekat kebenaran matematika? Apa ciri kebenaran matematika? Apa pembenaran untuk pernyataan mereka? Mengapa kebenaran matematika merupakan  kebenaran yang diperlukan?

Pendekatan secara luas menganggap bahwa pengetahuan dalam bidang apapun diwakili oleh sekumpulan proposisi  (pernyataan), bersama-sama dengan prosedur untuk memverifikasi atau memberikan pembenaran pada suatu pernyataan. Atas dasar ini, pengetahuan matematika terdiri dari sekumpulan  proposisi bersama dengan bukti-buktinya. ketika pembuktian matematika didasarkan pada penarikan kesimpulan saja tanpa adanya data empiris, maka pengetahuan matematika dipahami sebagai pengetahuan yang harus diyakini. Secara tradisional, filsafat matematika adalah untuk memberikan dasar kepastian pengetahuan matematika. Yaitu, menyediakan sistem di mana pengetahuan matematika dapat dibuat secara sistematis dalam membangun kebenarannya. Hal ini tergantung pada asumsi yang diadopsi, yaitu secara implisit atau eksplisit.

Asumsi

Peran filsafat matematika adalah untuk memberikan landasan yang sistematis dan absolut untuk pengetahuan matematika, yaitu dalam nilai kebenaran matematika. Asumsi ini adalah dasar dari foundationism atau doktrin bahwa fungsi filsafat matematika adalah untuk memberikan dasar-dasar tertentu untuk pengetahuan matematika. Pandangan Foundationism terhadap pengetahuan matematika terikat dengan pandangan absolutist, yaitu menganggap bahwa kebenaran matematika adalah mutlak.

 

Ini adalah penjelasan pengantar yang disajikan dalam pertemuan pertama kuliah FILSAFAT PENDIDIKAN MATEMATIKA. Saya menyampaikan bahwa diantara 6 mata kuliah yang ada, saya paling tertarik dengan mata kuliah filsafat ini, karena berbicara filsafat adalah berbicara hal yang mendalam, memaknai kebenaran suatu pernyataan dan memberikan nilai-nilai apa yang bisa dipelajari. Hal inilah yang mendasari saya untuk bertanya (pada sesi tanya jawab).

“Filsafat itu apa? Barangnya seperti apa?”

Terdengar pertanyaan ini sangat sederhana. Tapi bagi saya pertanyaan ini merupakan pertanyaan awal yang bagus untuk memahami lebih jauh tentang arah filsafat itu sendiri.

Penyaji makalah menjawab bahwa “filsafat itu semakin dibaca semakin membuat kita menjadi bingung, itulah filsafat. Mungkin nanti pak Prof. bisa membantu, karena saya bingung menjelaskannya bagaimana” (memperlihatkan wajah tersenyum)

Dijawablah oleh Pak Prof. “Filsafat adalah ilmu yang bertujuan untuk mempertanyakan, merenungkan, menjelaskan, dan merefleksikan sesuatu”

“hmmm.. oke” Jawabku dalam hati.

Jujur saya belum begitu paham tentang apa sebenarnya filsafat itu? Hingga saya mencari beberapa literature di internet yang bisa melegakan pikiran saya. Saya coba paparkan hasil pencarian saya dan keterkaitannya dengan pendidikan matematika dan jawaban dari Penyaji dan Pak Prof.

Kata “filsafat” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu dari kata “philos” dan “Shopia”. Philos artinya cinta yang sangat mendalam, dan sophia artinya kearifan atau kebijaksanaan. Jadi arti filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadap kearifan atau kebijaksanaan.

 

Filsafat dapat diartikan sebagai suatu pendirian hidup (individu) dan dapat juga disebut pandangan hidup (masyarakat). Berfilsafat merupakan salah satu kegiatan/pemikiran manusia memiliki peran yang penting dalam menentukan dan menemukan eksistensinya. Berfilsafat berarti berpikir, tetapi tidak semua berpikir dapat dikategorikan berfilsafat. Berpikir yang dikategorikan berfilsafat adalah apabila berpikir tersebut mengandung tiga ciri yaitu radikal, sistematis dan universal. Untuk ini filsafat menghendakilah pikir yang sadar, yang berarti teliti dan teratur. Berarti bahwa manusia menugaskan pikirnya untuk bekerja sesuai dengan aturan dan hukum-hukum yang ada, berusaha menyerap semua yang berasal dari alam, baik yang berasal dari dalam dirinya atau diluarnya.

Berfikir merupakan subjek dari filsafat akan tetapi tidak semua berfikir berarti berfilsafat. Subjek filsafat adalah seseorang yang berfikir/ memikirkan hakekat sesuatu dengan sungguh dan mendalam. Objek filsafat, objek itu dapat berwujud suatu barang atau dapat juga subjek itu sendiri contohnya si aku berfikir tentang diriku sendiri maka objeknya adalah subjek itu sendiri.

 

Ada keterkaitan antara jawaban yang diberikan oleh penyaji dan Pak Prof.

  1. Kebingungan yang disampaikan oleh penyaji itu karena usahanya yang mendalam (serius) untuk mencoba memahami isi dari materi yang disajikan sehingga dia mencapai suatu kebingungan. Kebingungan menandakan bahwa iya sedang berpikir dan mencoba mencari pemahaman yang pas. Hanya karena kecintaan pada materi itu lah yang akan membawa pada pencerahan.
  2. Jawaban dari Pak Prof. adalah semuanya bagian dari berpikir. Di perjelas bahwa subjek dari filsafat adalah berpikir. Tapi berpikir yang dimaksud adalah berpikir tentang hakekat tentang sesuatu.

 

Tentu ini menjadi awal yang baik bagi saya, mudah-mudahan untuk pembaca juga memahami arti yang sebenarnya tentang FILSAFAT. Lebih jelasnya mengenai Filsafat Pendidikan Matematika akan saya share ke tulisan berikutnya…

 

Salam hangat

Kadek Adi Wibawa, M.Pd.