“pak tunggu dulu, ada yang mau saya tanyakan”

seusai saya membina olimpiade matematika di salah satu SD di Malang tadi sore, saya di stop oleh guru kelas 5 dan meminta agar saya tidak pulang dulu karena ada yang mau di tanyakan.

“wah, kira-kira yang ditanyakan apa ya?” pikir saya dalam hati.

ternyata beliau menanyakan soal yang ada di buku tematik kelas 5.

“begini pak, ini ada rumus di buat di buku ini, menurut Pak Kadek benar atau tidak?”

(rumusnya yang tampak pada gambar)

IMG_20140916_154516

IMG_20140916_154500

berpikir sejenak, sambil mencoba mencari yang dimaksud yang mana ya?

oke, saya temukan “mungkin maksud ibu yang harga akhir ini ya?”

“iya pak Kadek, wali murid banyak yang protes kalau yang dikenyataan tidak sesuai dengan yang saya ajarkan yang sesuai dengan yang ada dibuku, menurut pak Kadek gimana?”

“kalau menurut saya, yaa.. rumus dalam buku ini keliru bu”

“saya juga berpikir seperti itu, tapi yaa masak buku nasional yang pasti dibuat oleh para ahli bisa salah?”

“dulu buku BSE yang tersebar juga banyak salah bu, sering kami kaji waktu kuliah di S2”

“ohh gitu, yaa.. tapi gimana yaa.. apa benar buku ini salah?”

“kalau jawaban yang agak ekstrim bu, buku ini bukan kitab suci, yang sudah dijamin kebenarannya, buku ini masih perlu dan bisa direvisi kok”

“yaa.. mungkin saya juga harus diskusi sama guru-guru yang lain yaa pak Kadek, untuk memastikan apakah guru-guru yang juga mempermasalahkan rumus ini?”

“yaa.. itu ide yang bagus bu,, seperti MGMP atau apa itu, yang untuk diskusi guru bidang studi”

“makasi pak Kadek, nanti akan coba saya hubungi teman-teman yang lain”

begitulah obrolan saya dengan Bu Wati, guru kelas 5 SD. Dia menyadari sebenarnya bahwa ada yang salah dari rumus yang ada pada buku tematik kelas 5 yang sedang beliau ajarkan. Tapi memiliki kepercayaan bahwa buku itu tidak mungkin salah karena itu buku nasional dan pasti dibuat oleh para ahli.

saya coba analisis berdasarkan konsep dari sudut pandang realistis

Diketahui: bahwa harga awal = Rp 18.000

harga akhir = Rp 20.000

Ditanya:   presentase kenaikan harga?

(berdasarkan rumus dibuku)

persentase kenaikan harga = selisih harga/harga akhir x 100%

= 2000/20000 x 100%

= 10%

andaikan jawaban ini benar, maka kita akan uji ke masalah yang diberikan.

harga awal 18.000 persentase kenaikan harga 10% berarti

kenaikan harganya = 10% x 18.000

= 1.800

sehingga harga akhirnya: 18.000 + 1.800 = 19.800

ini tidak sesuai dengan fakta pada masalah yang diberikan bahwa harga akhirnya Rp 20.000

seharusnya bagaimana?

menurut laporan wali murid (orang tua) yang disampaikan oleh Bu Wati pada saya.

untuk mencari persentase kenaikan harga adalah = selisih harga/harga awal x 100%

jawaban itu di peroleh dari aktivitas sehari-hari orang tua siswa dan ternyata itu bertentangan dengan yang ada di buku.

tentu saja saya memiliki pemikiran yang sama dengan wali murid bahwa yang menjadi pembagi adalah harga awal bukan harga akhir.

nilai yang dapat saya petik:

1. kemauan seorang guru untuk mendiskusikan hal-hal yang dianggap membingungkan (terlebih dengan orang yang lebih muda darinya) dan mau berusaha untuk lebih menyakinkan dengan mencari pandangan yang lain dengan bertanya pada guru-guru yang lain

2. Dosen saya selalu bilang, bahwa pendidikan matematika merupakan ilmu sosial bukan ilmu pasti. artinya, bermatematika yang sesuai dengan kehidupan di sekitar dan terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Matematika bukan rumus baku tapi aturan yang lahir dari kehidupan sehari-hari.

3. Orang tua yang berpikir kritis mau mempertanyakan hal yang dianggapnya janggal pada gurunya. dan seorang guru yang mau menerima kritikan tersebut dengan mencari SOLUSI.

4. Buku apapun itu, selain kitab suci, menurut saya masih terbuka lebar untuk dikritisi dan diberi masukan. Yang menjadi dasar dari pernyataan saya adalah, kalimat terakhir dari penulis pada kata pengantar.

“mohon kritikan yang membangun demi kesempurnaan buku ini”

semoga ulasan ini bermanfaat

Kadek Adi Wibawa, M.Pd