Night_Sky_by_SkillZombie

Malam telah berjubah bersama gulita. Bersembunyi dalam kesewenangannya menguasai kala. Tak ada yang berani mengusik karena mereka pernah di sana, mengumbar kenikmatan yang tiada tara.

Sementara itu, sang bulan sedang bekerja membagi cahaya, agar tidak semua dalam gelap yang melara. Sang bulanpun tidak sendiri, ia ditemani ribuan bintang dengan kekuatan yang sangat kecil dan tampak sangat kecil. Sang bulan tahu bahwa sang bintang tak punya wewenang untuk berkicau lebih jelas di tengah malam, hanya berani menampakkan kerlap-kerlip protes yang tak terdengar nyata merobek telinga, karena seketika itu juga terpental bersama hembusan angin yang menghempas bersama semilir.

Malam terus merajalela, mengundang semua roh-roh jahat untuk merdeka. Merampas setiap cahaya bintang yang samar tak merata. Menggerogoti keagungan alam semesta yang tak lagi berdaya dalam kesunyiannya.

Ada satu rasi bintang yang tampak penasaran, bertanya pada sang bulan

“kenapa malam begitu berani  meluluh lantakkan ini semua? Menguasai setiap keindahan yang ada?”

Sang bulanpun kemudian menjawab

“malam adalah kumpulan malam-malam yang tak berawak sehingga mereka tidak perlu berpikir banyak dalam bertindak. Yang terpenting baginya adalah mendapatkan banyak”

Keangkuhan sang malam seolah merajalela dengan perisai-perisainya yang bertambah saling mengikat. Tak ada lagi kemaluan yang perlu dimalukan karena memang, malam adalah malam-malam tak berawak. Malam, penguasa malam. Malam, para budak malam. Malam, para pekerja yang bekerja untuk malam. Malam, para penggerak malam. Begitu bahagia karena mereka selalu mendapat sorga di bawah pujian sang malam.

Keahamkaraannya merasuki setiap nadi pemutus gelapnya. Memandikannya dalam euphoria kebangkitan bersama. Gotong royong bukan lagi hanya milik para rasi bintang tapi juga para pemuja malam yang berkantong kurang.

Malam mengatur segala skema agar bisa bernafas dengan lega. Jika sesak, dengan segera mereka memanggil pemuja malam yang berikutnya, hingga begitu dan begitu terus sampai semua menjadi gelap gulita.

Jangan heran jika beberapa bintang yang tetap pendirian kadang ikut terlelap dalam hasutan sang malam yang menjadikan kemerlip kecil itu hilang seketika dan menyatu bersama dengan malam.

Malam, adalah malam-malam tak berawak, apakah kan terus ada?

 

Kadek Adi Wibawa