Tag

, , , , ,

Cuplikan Isi Artikel yang berjudul “Peran Guru: Memahami Model Interaksi antara Guru, Siswa, dan Konten dalam Pembelajaran Matematikayang di publikasikan di Prosiding Seminar Nasional di Unesa

Mason (2004) menjelaskan terdapat enam model interaksi antara guru, siswa dan matematika (sebagai konten) yang sering disebut tiga serangkai dalam pembelajaran matematika.  Menurut Bennet (dalam Mason, 2004) tiga istilah (guru, pebelajar, konten) dapat menduduki tiga peran (menginisiasi, merespon, dan memediasi) yang diperlukan bagi terjadinya hubungan dan kegiatan. Enam model interaksi  tersebut adalah expounding dan explaining, exploring dan examining, dan exercising dan expressing. Guru memegang peranan penting dalam hal ini, karena guru harus membelajarkan matematika pada siswa dengan tuntutan agar materi atau semangat matematika dapat diterima oleh siswa.

Inisiatif dari Guru

SAM_0129

Interaksi yang inisiatifnya berasal dari guru dibedakan menjadi dua macam, yaitu: (1) expounding, dan (2) explaining. Expounding itu sama seperti ceramah dengan menjelaskan secara rinci yang diarahkan kepada semua siswa, baik diminta maupun tidak. Sedangkan explaining hanya dilakukan untuk merespons pertanyaan yang di ajukan oleh siswa. Expounding dan explaining memiliki arti yang sama yaitu menjelaskan, akan tetapi terdapat perbedaan pada posisi guru dalam melakukan interaksi dengan siswa.

Dalam suatu tutorial yang sebenarnya menjelaskan dilakukan hanya jika seorang siswa membutuhkan (explaining), dengan tutor mengerti kebutuhan individu siswa. Ini tampaknya lebih sulit. Perlu disadari bahwa seorang tutor (guru) penting dan harus bisa masuk dalam dunia konseptual siswa, atau bagaimana sebenarnya siswa berpikir sehingga interaksi yang kuat antara guru dan siswa bisa terjadi.

Inisiatif dari Siswa

SAM_0126

Guru dapat mempengaruhi siswa agar mau bekerja dalam matematika (bermatematika). Interaksi yang inisiatifnya berasal dari siswa, dapat dibedakan menjadi dua macam juga, yaitu: (1) exploring, dan (2) examining. Exploring terjadi ketika siswa menghadapi open-ended problem dan mencoba menghasilkan generalisasi sendiri. Seperti misalnya meminta siswa untuk memilih salah satu bilangan dari 15, 20, 23, dan 25 dan berikan alasan mengapa memilih bilangan tersebut? Jawaban yang muncul dari siswa beraneka ragam, dan guru bisa mengetahui pengetahuan siswa mengenai sistem bilangan. Jawaban yang diberikan atas inisiatif dari siswa yang di fasilitasi oleh guru. Siswa akan melakukan eksplorasi terhadap sistem bilangan yang ia ketahui. Eksplorasi yang mendalam yang kaitannya untuk menghasilkan generalisasi sendiri,  guru juga dapat menerapkan pembelajaran yang menggunakan strategi pemecahan masalah (problem solving). Peran guru di sini hanyalah mengarahkan siswa, mendorong pemikiran yang mandiri. Proyek dan investigasi juga merupakan contohnya. Sedangkan Examining terjadi ketika siswa mengajukan diri untuk diuji. Dia merasa sudah siap berdasarkan kriteria yang diakuinya.

Inisiatif dari Matematika sebagai Konten

math-2

Interaksi yang terakhir adalah interaksi yang inisiatifnya berasal dari matematikanya, dibedakan menjadi dua macam juga, yaitu: (1) exercising, dan (2) expressing. Exercising itu terjadi ketika ada tekanan dari materi untuk menguasai teknik-teknik tertentu atau ada konsep yang perlu dilatih lebih mantap, biasanya latihan yang hanya melatih siswa untuk menerapkan rumus yang sudah ada dan menghafal konsep-konsep yang sudah berupa definisi ataupun sudah menjadi suatu formula. Exercising ini baru akan berhasil kalau ada daya/dorongan dari dalam diri anak untuk melakukannya. Kalau tidak, latihan ini hanya akan menghasilkan hafalan.

Expressing adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara menyajikannya kepada orang lain. Kendatipun bagus, tidak semua anak mau dan mampu melakukannya. Tidak jarang mereka enggan atau tidak mampu mempertanyakan dan apalagi mengomunikasikan idenya. Bagaimana siswa juga diharapkan mampu untuk memodelkan suatu permasalahan sehari-hari menggunakan symbol-simbol matematika dan memecahkannya menggunakan aturan-aturan yang ada yang kadang menggunakan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Siswa juga diharapkan dapat membuat representasi dari setiap permasalahan yang ada, baik secara verbal maupun pictoral (gambar, grafik, dll).

Makalah lengkap bisa di download di link ini.

 

Semoga Bermanfaat

Kadek Adi Wibawa, S.Pd., M.Pd.