DEFRAGMENTING rev [2]

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya, buku “Defragmenting Struktur Berpikir Pseudo dalam Memecahkan Masalah Matematika” ini dapat diselesaikan dengan baik.

Buku ini merupakan hasil penelitian yang dikembangkan dan telah “dipoles” oleh penulis agar menjadi bahan bacaan dan rujukan yang bisa diterima oleh para pembaca. Buku ini berisi 10 bab, yang penulis jabarkan dari bab 0 sampai bab 9. Isi pada bab 0 adalah pengalaman penulis dalam melakukan penelitian proses berpikir, mengapa melakukan penelitian proses berpikir, apa dampaknya bagi penulis, apa semangat penelitian proses berpikir, dan mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan. Selain itu, penulis juga menceritakan pengalaman bagaimana instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data “ditolak” atau dinyatakan tidak valid oleh validator. Semangat apa yang harus kita miliki jika berada pada situasi seperti itu?.

Pada bab 1, penulis memaparkan tentang teori berpikir pseudo.

Apa itu berpikir pseudo?. Bagaimana contohnya dalam pembelajaran dikelas dan kehidupan sehari-hari?. Mengapa berpikir pseudo penting untuk diteliti?.

Bab 2, berisi semangat defragmenting sebagai upaya tindak lanjut yang dilakukan penulis setelah menemukan sumber masalah siswa ketika kesulitan dan salah dalam memberikan jawaban.

Defragmenting yang merupakan istilah serapan dari dunia komputer coba dipadukan dengan istilah yang sudah mempuni di bidang pendidikan yaitu re-strukturisasi. Dan Mengapa defragmenting pada komputer masuk akal (make sense) untuk dibawa ke dunia pendidikan?.

Bab 3, merupakan pemaparan penulis terkait materi yang diangkat untuk mengungkap terjadinya berpikir pseudo.

Bagaimana proses terjadinya berpikir pseudo-benar dan pseudo-salah pada siswa ketika memecahkan masalah limit fungsi. Materi limit fungsi merupakan kajian yang penting, dasar dari bidang kalkulus, akan tetapi banyak peneliti yang menemukan bahwa siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal terkait limit fungsi.

Pada bab 4, penulis memaparkan metode penelitian yang digunakan dalam mengungkap proses berpikir siswa.

Metode yang banyak digunakan adalah think out loud (think aloud), metode ini merupakan yang terpenting dalam proses pengambilan data yang dilakukan. Peneliti juga coba untuk memaparkan penelitian “kualitatif murni” yang berdasar pada kemampuan penulis untuk memaparkan data secara deskriptif dan argumentasi yang berdasar.

Pada bab 5, penulis memaparkan bagaimana proses terjadinya berpikir pseudo berdasarkan empat langkah Polya.

Teori apa saja yang ditemukan peneliti dari pengungkapan proses berpikir yang dilakukan.

Pada bab 6, penulis mengembangkan teori yang ditemukan pada materi lain.

Bagaimana pengalaman penulis ketika membina olimpiade sering kali menemukan pola-kesalahan yang terjadi.

Bab 7,  merupakan rasionalitas istilas defragmenting dapat diterjamahkan dalam mengintervensi siswa ketika salah dalam memberika jawaban.

Defragmenting struktur berpikir dipaparkan berdasarkan data-data yang ditemukan.

Pada bab 8, penulis memaparkan efektifitas defragmenting yang dilakukan dengan memberikan soal yang “sejenis” pada siswa setelah dilakukan defragmenting.

Pengungkapan efektifitas ini dilakukan guna memberikan bukti bahwa defragmenting merupakan upaya penataan yang lebih dari sekedar membantu siswa menemukan jawaban yang benar.

Dan Bab 9 atau bab terakhir lebih pada pengembangan defragmenting struktur berpikir,

dimana peneliti bertanya, “apakah mungkin defragmenting dilakukan oleh diri sendiri?” kalau mungkin, teori-teori apa saja yang mendasari.

Ucapan terima kasih dari peneliti haturkan untuk dua pembimbing peneliti, Dr. Subanji, M.Si yang juga meneliti di bidang berpikir pseudo dan memberikan ide untuk memaparkan istilah defragmenting dalam dunia pendidikan dan Drs. Tjang Daniel Chandra, M.Si., Ph.D yang sudah sabar mengoreksi tulisan ini dan memberikan masukan serta pertanyaan-pertanyaan yang bersifat konstruktif. Tak lupa juga, penulis ucapkan terima kasih kepada Dr. I Nengah Parta, M.Si sebagai validator dan dewan penguji yang dengan serius menggali serta memberikan motivasi pada penulis dan juga memberikan banyak masukan dan dukungan untuk terselesaikannya buku ini.

Demi penambah semangat dan motivasi untuk penulis agar terus berani berkarya, penulis sangat mengharap saran dan kritik dari para pembaca yang sifatnya konstruktif. Semoga buku ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para pembaca. Terima kasih.

Pemesanan bisa klik link ini

Malang, 11 Maret 2016

Kadek Adi Wibawa