banner

Minggu kemarin tanggal 9 Oktober 2016 saya mengawali pagi (libur) dengan mendampingi anak-anak untuk mengikuti kompetisi matematika di Universitas Negeri Malang (Olimpiade Matematika Vektor Nasional). Saya mengikuti acara pembukaan, bertemu anak-anak, dan memberikan semangat/motivasi agar tetap fokus dan bisa mengerjakan soal dengan baik. Anak-anak memasuki ruangan yang telah ditentukan. Ketika itu, saya diwawancara oleh panitia terkait dengan persiapan dan komentar mengenai kompetisi yang dilakukan.

Kurang lebih pertanyaannya seperti ini:

“Bagaimana persiapannya untuk mengikuti Olimpiade Vektor?”

Saya sampaikan bahwa kami sudah mempersiapakn sejak 2 bulan lalu dengan bimbingan secara intensive. Berlatih soal-soal problem solving.

“1 kata untuk Olimpiade Vektor?”

HEBAT.

Kenapa hebat? (ini pertanyaan dari saya sendiri untuk saya sendiri, hehee)

Pertama, soal-soal olimpiade vektor dari tahun ke tahun, bisa dibilang “sulit” untuk ukuran anak SD atau bahasa positifnya sangat sangat sangat (sangatnya pangkat 2016) menantang bagi anak SD. Apalagi soal-soal bagian aljabarnya. Anak SD belum banyak yang mengerti dan belajar tentang aljabar. Saya sering katakan, soal olimpiade Vektor SD sudah seperti OSN tingkat provinsi atau nasional, sepertinya kalau bisa lolos di Olimpiade Vektor, maka akan mudah juga lolos OSN Provinsi.

Kedua, tentu itu karena pembuat soalnya sangat kreatif dan bisa membuat karya soal yang begitu menantang. Hanya orang-orang yang gila, orang spesial, atau orang yang tidak biasa yang bisa memecahkan soal olimpiade vektor. Dan pada saat pembinaan saya selalu tekankan itu, “kalian harus bisa menjadi orang yang kreatif, berimajinasi, dan menjadi orang yang tidak biasa”

Seperti menghitung 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + . . . + 10 = . . .

Kalau “orang biasa” menjawabnya dengan menghitung 1 + 2 = 3, kemudian 3 + 3 = 6,  6 + 4 = 10, dan seterusnya hingga memperoleh hasil 55.

tapi “orang yang tidak biasa” mereka akan menjawab dengan cara 1 + 10 =11, 2 + 9, dan seterusnya samapai 5 kali, sehingga hasilnya 5 x 11 = 55.

Kenapa ada orang biasa dan orang yang tidak biasa? Ini akan terjawab apabila pertanyaan di atas diteruskan, misalnya 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + . . . + 100 = . . .

Orang yang biasa tentu akan sulit menjawabnya, tapi orang yang tidak biasa akan keluar sebagai pemenang.

Ketiga, Ini sangat personal. Beberapa bulan yang lalu dosen, BEM, dan himpunan mahasiswa matematika Universitas Mahasaraswati Denpasar berkunjung ke Universitas Negeri Malang. Salah satu mahasiswa bertanya pada salah seorang dosen matematika yang membidangi kegiatan-kegiatan mahasiswa. Salah satu yang dijelaskan tentang Olimpiade Matematika Vektor 2016. Mahasiswa yang bertanya cukup heran, kaget, kagum dan tentu ada rasa penasaran “kok bisa yaa?”. Dosen tersebut menjelaskan bahwa, dana dari kampus tidak banyak, OMVN yang dilakukan banyak dapat bantuan dari sponsor dan khas OMVN sebelumnya. Dan yang paling mengejutkan bagi mahasiswa tersebut adalah, OMVN bisa melaksanakan olimpiade serentak diberbagai daerah (RAYON) atau tidak hanya di Malang saja, atau di Jawa saja, tapi di seluruh Indonesia. “Bukankah itu hal yang sangat luar biasa?”

Mahasiswa tersebut saya tanya setelah selesai diskusi dan dia bercerita bahwa untuk mencari sponsor di Bali sangat sulit. kedua, mencari peserta olimpiade di Denpasar, atau di Bali aja sulit apalagi sampai di luar Bali, kayaknya gak mungkin deh. Hmm… Saya paham betul apa yang dia rasakan. Dia atau mereka harusnya tidak sendiri (tidak merasa sendirian). Dosen harus peka terhadap ini, karena menurut saya salah satu indikator keberhasilan suatu Program Studi adalah mampu memotivasi, menginspirasi, mendampingi, memberi contoh, memberikan pengalmaan, dan terus menyerukan don’t never give pada mahasiswa agar berani, salah satunya berani mencari sponsor, membuat kegiatan berskala nasional. Saya sangat yakin, apabila mau berusaha dan bekerja sama, pasti akan memberikan hasil dan pencapaian yang maksimal.

Untuk tiga dasar ini, saya mengatakan bahwa Olimpiade Matematika Vektor Nasional HEBAT.

Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Oktober, akan terlahir peserta didik yang tangguh, punya daya saing, dan peserta didik yang HEBAT.

Untuk melengkapi tulisan ini, saya share beberapa link dan ulasan singkat mengenai

  1. Saya mengetik Olimpiade Matematika Universitas Mahasaraswati Denpasar, mendapat 1 link https://hmpsmat06.wordpress.com/tag/olimpiade-matematika/. Kompetisanya untuk SD, hanya di Kota Se-Badung dan Se-Kodya, untuk SMP, SMA dan SMK sebali (belum se-Indonesia).

2. Saya mengetik Olimpiade Matematika Universitas Negeri Malang, dan mendapat 1 link http://www.vektor-um.org/index.php?kode=download. Itu link yang sudah berbayar, bukan wordpress atau blogspot. pelaksanaanya juga sudah menasional, bukan hanya di Malang saja tapi diseluruh Indonesia.

3. soal SD OMVN… wawww…. http://www.vektor-um.org/index.php?kode=download.

Beberapa soalnya (SD tahun 2013)

vektor

Jawabannya 2) C, 3) B, 13) A, 7) -2/2013, 8) 11

 

Kadek Adi Wibawa, M.Pd.

Pembina Olimpiade Matematika di SD My Little Island Malang