images (5)

Hal tersulit dari sebuah perjuangan adalah bertahan dan mempertahankan… Cobaan akan terus menerpa… Tapi ketika itu sudah terlewati dan mampu kita pahami, maka banyak orang yang akan bisa tersenyum bahagia… Bukan hanya kita…

Saya banyak belajar dari cara memulai berjuang dan mempertahankan perjuangan yang sudah dimulai. sebenenarnya sih sederhana saja, ketika ada keinginan maka disitu akan ada perjuangan. Tentu dengan level perjuangan yang berbeda, yang disesuaikan dengan pengalaman setiap individunya dan seberapa kompleks keinginan yang diinginkan.

Tipe orang seperti saya, yang cenderung peragu, penakut dan pemalu, sedikit lebih sulit untuk mengawali perjuangan apalagi mempertahankannya. Tapi untungnya saya selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan yang mengharuskan saya untuk berjuang. Salah satunya, ketika saya ingin aktif di kelas, saya ingin sekali berani bertanya, berani menjawab pertanyaan ketika saya presentasi. Tangan saya seperti memegang batu seberat tugu monas ketika saya ingin mengajukan pertanyaan. Alhasil pertanyaan yang sudah saya persiapkan batal untuk diajukan. Penyesalanlah yang saya dapatkan.

Pikiran saya seringkali mengompori saya kalau pertanyaan yang sudah saya buat adalah pertanyaan konyol, bodoh dan tolol, yang akan sangat mudah untuk dijawab dan saya berpikir bahwa pertanyaan-pertanyaan yang sudah saya buat hanya akan membuat saya malu. Ahhh….. sudahlah… banyak lagi yang membaut saya untuk tidak berani bertanya.

Padahal di belahan sana ada 1 pepatah mengatakan bahwa

“jangan pernah ragu untuk menanyakan pertanyaan konyol karena jauh lebih baik dari pada kesalahan konyol”

yaaa… semakin hari otak saya semakin terus berputar… semakin merana dan segera ingin keluar dari tekanan yang diberikan oleh otak saya sendiri. Tapi begitulah perjuangan dengan segala karakter yang saya miliki, saya memberanikan diri, mengawali dengan 1 pertanyaan konyol, pertanyaan kedua yang jauh lebih konyol, pertanyaan ketiga yang mulai tidak begitu konyol, dan kini hampir setiap momen entah itu kuliah, seminar nasional, seminar internasional saya selalu bertanya. Entah pertanyaan saya konyol atau tidak saya sudah tidak peduli lagi, karena sudah saking banyaknya kekonyolan itu saya kumpulkan.

Saya selalu berkata pada diri saya

“yaa mungkin pertanyaan saya saat ini kurang begitu bagus, tapi besok pasti akan lebih bagus. Paling tidak pertanyaan itu mewakili apa yang belum saya pahami, dan ingin saya pahami”

Ini saya lakukan ketika saya memulai kuliah di semester 1, itu tahun 2007. Dan ternyata sekarang MENANYA merupakan salah satu hal penting dalam dunia pendidikan dan dijadikan “KEHARUSAN” bahwa setiap siswa harus bertanya.

BAGAIMANA BISA SEORANG GURU BISA MEMBUAT SISWANYA MAU DAN AKTIF BERTANYA JIKALAU GURUNYA SENDIRI MALU UNTUK MENGAWALI BERTANYA KETIKA KULIAH DULU ATAU SEKARANG SEBAGAI GURU…

AHHH.. SUDAHLAH…

Ketika saya bisa pahami bahwa bertanya merupakan hal penting dan bertahan pada apa yang sudah diperjuangkan dengan berani bertanya maka kini saya bisa membaginya kepada siswa-siswa saya agar berani bertanya. Setidaknya ada 3 kata yang saya berikan agar siswa saya bertanya

  1. HOW
  2. WHY
  3. WHAT IF OR WHAT IF NOT

Eddie Woo seorang guru dari Australia yang terkenal lewat youtubenya mengatakan bahwa cara belajar yang paling baik adalah memahaminya dan menjelaskan kepada orang lain, bukan berlatih.

terima kasih

semoga bermanfaat

Kadek Adi Wibawa, M.Pd.