DEMIAN, TIMNAS U-19, Djajang Nurjaman (PERSIB) Malah dihujat dinegeri sendiri. “BAGIAN DARI KESALAHAN PENDIIDKAN”

pageBeberapa waktu lalu Demian Sang Ilutions tampil gagah di American Got Telents. Empat dewan juri dan ribuan penonton dibuat takjub oleh penampilannya, bahka Demian diberi standing applouse dan diganjar 4 yes oleh juri. Itu penilaian yang sempurna. Tapi, apa yang ia dapatkan di negerinya sendiri? yaa… banyak hujatan, cacian yang mengatakan bahwa trik yang digunakan Demian sangat mudah ditebak, itu penipuan, dan segala macam. Padahal mereka gak tau itu adalah bagian dari hiburan. Ada satu kecerdasan dan perjuangan yang ada dibaliknya.

Tak berhenti sampai disitu, Timnas U-19 tampil apik di Toulon Turnament Prancis. Hal itu terbukti dengan sulitnya timnas Brazil, sekali lagi timnas Brazil, mencetak gol ke gawang Indonesia. Brazil yang notabene juara pada tournament sebelumnya dibuat frustasi dan hanya bisa mengemas 1 gol. Komentator (asing) waktu itupun mengatakan bahwa permainan Indonesia sangat mengejutkan, betapa sulitnya Brazil mencetak gol. Berlanjut terus ke Republik Ceko, yang hanya menang 2-0 dari Indonesia, itu pun gol kedua tercipta karena kesalahan dari Bek Indonesia, bukan karena skema permainan yang diterapkan Ceko. Terakhir Skotlandia, timnas U-19 mencetak gol lebih dulu, bayangkan itu adalah hal yang luar biasa. Sayang memang akhirnya kalah 2-1, itupun gol kedua karena pinalty, lagi-lagi bukan hasil dari skema permainan. Catatan penting lagi bahwa, tim lawannya adalah TIMNAS U-20. Egy Maulana Vikri diberikan gelar Jouer Revelation Trophee atau pemain paling berpengaruh di TIM, penghargaan yang sebelumnya pernah diterima oleh Zidane dan Christiano Ronaldo. Semua itu tidak berarti, Publik indonesia hanya melihat kekalahan saja, tidak melihat secara komprehensif, prestasi-prestasi yang ada. Hujatan dan makian di dapat Timnas U-19.

Terakhir yang paling hangat, adalah aksi protes suporter PERSIB terhadap pelatihnya Djajang Nurjaman yang sebelumnya membawa gelar juara untuk PERSIB. Itu seperti tidak ada nilai, dan tidak artinya. Dengan suasana sedih dan berat hati Djajang Nurjaman mohon pamit sebagai pelatih PERSIB. Hal pemicu adalah kekalahan beruntun PERSIB di Liga 1 yang dialami.

Ada hal yang mengakibatkan ini semua, sehingga menjadi pola pikir kebanyakan masyarakat Indonesia. Ketika kita menjadi seorang siswa, sering kali guru (pendidik) melihat kesalahan kita, bahkan diberi tinta merah untuk menekankan pada hal-hal yang salah. Guru (pendidik) cenderung melihat kesalahan yang terjadi dan mengabaikan berapa nomer soal yang benar. Sehingga pola pikir ini terus dibawa oleh siswa. Siswa tidak memperdulikan berapa soal ia benar dalam menjawab, ia hanya peduli berapa soal yang salah. Pola pikir ini lah yang ia bawa hingga dewasa, dan sifat natural manusia untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Iapun tidak segan melakukan hal sama dengan orang lain. Jadi tidak heran, jika masih banyak rakyat Indonesia yang menghujat, mencibir, memaki kesalahan-kesalahan yang terjadi yang sebanrnya ada banyak sekali hal positif yang orang lain bahkan dirinya lakukan.

Saran saya sebagai pendidik, pujilah hal-hal benar (positif) terlebih dahulu sebelum menilai yang salah. Walaupun benarnya hanya 2 dari 10 soal, pujilah yang 2 dulu, nanti ia akan menyadari sendiri untuk 8 soal yang lainnya.

Kadek Adi Wibawa, S.Pd. M.Pd
Salam hangat.

Iklan

Penulis: adimath17

Mahasiswa doktoral pendidikan matematika Universitas Negeri Malang. Peneliti PTK, Proses Berpikir, dan defragmentasi struktur berpikir. suka traveling (mendaki, air terjun, wisata pedesaan) suka main gitar, nyanyi pernah jadi ketua organisasi pengen banget jadi penulis buku, peneliti yang produktif dan aplikatif pengen punya bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s