Kenapa guru atau orang tua mudah MARAH ketika mengajar siswa atau anaknya? #Catatankecil

Yaa… Seringkali kita (guru atau orang tua) marah, geram, geregetan, atau tidak sabaran ketika melihat siswa atau anak kita tidak bisa melakukan seperti apa yang “kita inginkan”

Misalnya anak kelas 5 SD yg tidak hapal perkalian dengan baik, anak kelas 2SD yang masih sulit membaca padahal berungkali kita dikasi tau caranya. Anak kelas 1 SMP yang tidak bisa membedakan himpunan dengan himpunan bagian, membedakan alam semesta dengan istilah semesta pada himpunan, dll.

Sebenarnya marah dalam pandangan saya, terjadi bukan menunjukkan siswanya bodoh, siswanya lemot, atau siswanya jelek. Tapi sebaliknya, guru/orang tua marah justru menunjukkan kelemahan dia, kekurangan dia, dan betapa bodohnya dia.

Guru/orang tua marah disebabkan karena guru/orang tua sudah tidak tahu lagi cara menjelaskan dengan CARA YANG BERBEDA permasalahan yang dihadapi siswa. Guru/orang tua memaksakan kehendak siswa harus berpikiran sama dengan apa yang ia pikirkan. “Masak segitu ajaa gak bisa” “kamu kok gak ngerti2 sih”, dll.

Sekali lagi guru/orang tua marah (apalagi sampai menjudge negatif) bukan menunjukkan kekurangan siswa/anak tapi justru kekurangan dirinya sendiri.
(Kenapa?)

Iklan

Penulis: adimath17

Mahasiswa doktoral pendidikan matematika Universitas Negeri Malang. Peneliti PTK, Proses Berpikir, dan defragmentasi struktur berpikir. suka traveling (mendaki, air terjun, wisata pedesaan) suka main gitar, nyanyi pernah jadi ketua organisasi pengen banget jadi penulis buku, peneliti yang produktif dan aplikatif pengen punya bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s